Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ramai Isu Sensitif, Survei: Yang Paling Dikeluhkan Masyarakat Himpitan Ekonomi

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 Oktober 2017 19:32 7:32 pm
Ahmad
Dipublikasikan 2 Oktober 2017 19:32
Bagikan
Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun
Bagikan

Hidayatullah.com–Dinamika politik yang dalam beberapa tahun belakangan ramai dengan isu-isu sensitif, terutama yang menyangkut umat Islam, dinilai bukan menjadi permasalahan utama yang dikeluhkan masyarakat.

Berdasarkan survei yang dirilis Media Survei Nasional (Median) menyebutkan, 43,3 persen responden menyebut masalah himpitan ekonomi merupakan persoalan yang paling penting untuk diselesaikan oleh pemerintah.

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun merinci diantaranya, tertinggi sebanyak 16,6 persen mengeluhkan ekonomi yang berat (kemiskinan), kemudian harga kebutuhan pokok dan listrik 16,0 persen, lowongan pekerjaan 9,8 persen, dan sebagainya.

Selain itu, sambungnya, responden juga ditanyakan terkait pemicu stres. Faktor tidak mempunyai uang disebutkan sebanyak 71,5 persen, mahalnya harga kebutuhan sehari-hari dan listrik 64,5 persen, persoalan pekerjaan 52,7 persen, dan seterusnya.

“Kesulitan keuangan dan tingginya biaya hidup disebutkan sebagai dua pemicu utama stres bagi masyarakat,” ujarnya saat konferensi pers di Cikini, Jakarta, Senin (02/10/2017).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Survei Median: Masyarakat Menginginkan Figur Selain Jokowi  di 2019

Meskipun, terang Rico, dalam hal keberhasilan pemerintah sebanyak 25,6 persen responden menyebut pembanguna infrastruktur sebagai keberhasilan utama kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Ia menjelaskan, hasil survei menunjukkan sebagian besar masyarakat tahu bahwa pemerintahan Jokowi bekerja keras meningkatkan ekonomi melalui pembangunan infrastuktur yang masif. Hanya saja, dampak tersebut tidak dirasakan karena masyarakat justru malah merasa himpitan ekonomi yang kian berat.

“Artinya rakyat melihat ada pembangunan infrastruktur yang besar-besaran tapi daily life (kebutuhan sehari-hari) mereka tidak terpenuhi,” paparnya.

Baca: Pemerintahan Jokowi Diharapkan tidak Menjadi Titik Mundur Penegakan Hukum

Atas faktor itu, dikatakan Rico, elektabilitas Jokowi sebagai petahana hanya meraih 36,2 persen. Publik menilai performa Jokowi dalam menyelesaikan masalah ekonomi kurang begitu baik.

“Unggul tapi tidak dominan. Karena faktor-faktor tadi. Stress level meningkat, ekonomi sulit, penegakan hukum, dan isu-isu sensitif lainnya,” pungkasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anies BaswedanGatot NurmantyoJoko widodoJokowiJusuf KallaMedia Survei NasionalMedian Pemilihan PresidenPemilu 2019Pemilu SerentakPilpres 2019PrabowosurveiSusilo B Yudhoyono
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Survei Median: Masyarakat Menginginkan Figur Selain Jokowi di 2019
Tulisan selanjutnya Menag dan Dubes Saudi Lepas Calon Mahasiswa Universitas Islam Madinah di Jakarta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?