Hidayatullah.com--PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) sukses menjadi pembeli siaga saham Bank Muamalat Indonesia. PADI siap mengucurkan dana Rp. 4,5T. Itu artinya mereka bakal menguasai 51% saham bank syariah pertama di Indonesia ini.
Tak hanya buat membeli saham Muamalat, duit itu disiapkan untuk merevitalisasi Muamalat.
“Kami ingin menjadikan Muamalat sebagai bank syariah terbesar, minimal tingkat regional,” kata Head of Corporate and Strategic Planner PADI, Harry N.P. Danardjo, dikutip dari Majalah Tempo terbaru, bulan Oktober 2017.
Yang aneh, bagaimana mungkin perusahaan efek yang “hanya” punya aset Rp 478,430 miliar punya Rp 4,5T membeli mayoritas saham Muamalat?
Tak heran bila kemudian muncul kecurigaan. PADI hanya kendaraan investor lebih besar di belakangnya. Ternyata benar. Ada dua nama besar investor di belakang PADI. Tempo menyebut Setiawan Ichlas dan Ilham Akbar Habibie.
Setiawan dikenal sebagai pengusaha bata baru asal Palembang. Kini, dia menjadi pemegang saham pengendali PADI. Harry menambahkan, Setiawaan punya perusahaan logistik untuk menunjang bisnis batu bara dan beberapa mainstream business lain. Dia berinvestasi di beberapa tempat, termasuk capital market.
Dia, masih kata Harry, pernah dimintai bantuan untuk merevalisasi Bank Pundi dan Bank Banten. Ketika masuk, dia berhasil memperbaiki non-performing loan dan menjaga kewajiban bank dengan menjaga dana pihak ketiga tetap masuk.
Adanya juga nama Ilham Habibie lebih populer. Benar, pemilik PT Ilthabi Rekatama ini putra sulung BJ Habibie, mantan Presiden Indonesia. Globe Asia memasukkan nama Ilham ke daftar 150 orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan Rp 3,3 triliun.
Untuk Ilham Habibie, Harry memastikan benar. “Akan kami tunjuk dia sebagai komisaris Minna Padi,” kata Harry.
Mulanya Setiawan dan Ilham akan masuk membeli saham Muamalat secara langsung. Belakangan, mereka bersepakat dengan PADI bahwa pembelian saham melalui perusahaan manajer investasi itu saja.
Menurut Komisaris Independen Muamalat, Iggi Haruman Achsien, Ilham sudah beberapa kali bertemu dengan Bandar MH Hajjar, Presiden Islamic Development Bank (IDB). Lembaga multilateral yang berkantor pusat di Jeddah, Arab Saudi, itu adalah pemegang saham mayoritas Muamalat saat ini.
IDB adalah kunci karena lembaga ini yang mengajak Bank Boubyan dan Bank Nasional Kuwait serta Sedco Holdings, konglemerasi syariah asal Arab Saudi, berinvestasi di Muamalat. Total saham mereka di Muamalat 80 persen.
“BJ Habibie Dewan Penasihat Ahli IDB,” ujar Iggi. “IDB sangat menghormati Habibie.” Kondisi inilah yang memuluskan langkah Ilham berkomunikasi langsung dengan IDB.*