Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Teroris Karena Teriak Takbir, Maneger: Pejabat Publik Cacat Nalar Kemanusiaan

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 November 2017 15:21 3:21 pm
Ahmad
Dipublikasikan 15 November 2017 13:55
Bagikan
(Mantan) Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution.
Bagikan

Hidayatullah.com – Direktur Pusat Studi dan Pendidikan HAM Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Uhamka (Pusdikham Uhamka), Maneger Nasution mengatakan akhir-akhir ini banyak kecacatan nalar kemanusiaan melanda pejabat publik.

Mantan Komisioner Komnas HAM ini menerangkan, salah satu nilai paling elementer dalam HAM adalah respek  terhadap perasaan publik.

“Pejabat publik tidak boleh miskin moralitas. Pejabat publik tidak hanya cukup merasa bisa, tetapi juga bisa merasa,” ujarnya kepada hidayatullah.com melalui keterangan tertulis, Rabu (15/11/2017).

Maneger mengatakan hal ini sehubungan adanya pernyataan Kapolres Dharmasraya AKBP Roedy Yulianto dalam kasus kebarakan Polres Dharmasraya, belum lama ini.

Ia menilai, pimpinan Polri sebaiknya mengambil tindakan tegas terhadap pejabat publik di lingkungan Polri yang tidak memiliki respek terhadap nalar kemanusiaan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: “Ada Propaganda Menghilangkan Kata ‘Jihad’ dan ‘Islam

Ia juga menghimbau, agar publik tidak terprovokasi. Dan berharap negara memastikan bahwa hal yang sama tidak terulang di masa mendatang (guarantees of non recurrence).

“Mari kita dukung dan awasi pimpinan Polri untuk memproses kasus ini. Di samping diproses secara disiplin organisasi, juga dijerat dengan pidana atau KUHP dan UU Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM,” ungkapnya.

Sebelumnya, pasca terjadinya kebarakan Polres Dharmasraya, Kapolres Dharmasraya AKBP Roedy Yulianto mengatakan kepada awak media bahwa pelaku terindikasi ‘teroris’ karena saat menjalankan aksinya meneriakkan kalimat takbir dan thogut.

“Pelaku teriak Allahuakbar berkali-kali dan juga bicara toghut. Mereka menyerang petugas dengan panah dan sangkur. Mereka juga bilang, kami yang membakar,” tuturnya.

Sementara itu, diketahui pembakaran tersebut diketahui petugas piket Polres Dharmasraya pada Ahad (12/11/2017) dini hari sekitar pukul 02.45 WIB yang dilakukan oleh 2 orang. Sempat terjadi perlawanan, kedua pelaku ditembak oleh petugas dan tewas di tempat.

Salah satu pelaku pembakaran yakni Eka Fitra Akbar (EFA) adalah anak dari anggota kepolisian Polres Muaro Bungo bernama M Nur yang merupakan seorang Kanit Reskrim di Polsek Plepat, Jambi berpangkat Iptu.

EFA diketahui terakhir kali meninggalkan rumah pada Sabtu (11/11/2017) dengan berjalan kaki. Istri maupun keluarganya tak ada yang tahu ke mana perginya karena tidak meninggalkan pesan kepada mereka.

Baca: Mustofa Nahrawardaya: Waspadai Jebakan Intelijen di Dunia Maya

Sementara itu,  Koordinator Indonesia Crime Analys Forum (ICAF),  Mustofa Nahrawardaya mengatakan  sebaiknya institusi Polri tidak lagi menambah persoalan dalam ruwetnya seputar terorisme.

“Jika sepakat tidak ada hubungan antara agama dan terorisme, maka semua anggota polisi, apalagi pimpinan Polri, wajib hukumnya menutup rapat-rapat istilah, statment, atau ucapan yang dapat membangkitkan amarah umat Islam gara-gara sengaja menyebarkan istilah, statment, atau ucapan yang menggiring seolah ada kaitan antara agama Islam dangan terorisme,” ujarnya.

“Tidak elok apabila, justru Polri yang menjadi pemicu amarah umat. Media massa diminta tidak menebarkan konten radikalisme, namun Polri justru memicu umat Islam menjadi radikal. Saya yakin Polri punya niat baik memberantas terorisme. Namun jika niat baik dilakukan dengan cara salah, fatal akibatnya,” tambah pengurus PP Muhamadiyah dalam pernyataannya kepada hidayatullah.com.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Allahu AkbarKemanusiaankomnas HamManeger NasutionMustofa NahrawardayaPejabat PublikpolisiPolritakbirteroristerorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jelaskan Kondisi Terkini di Saudi, Dubes Osama Silaturahim dengan Ormas Islam
Tulisan selanjutnya Putusan MK terkait Aliran Kepercayaan, Adian: Selesaikan Masalah, Tambah Masalah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Berita
12 Oktober 2026 23:35
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?