Hidayatullah.com– Berdakwah memang tidak sebatas pada ranah ritual dan kepribadian seseorang. Dakwah semestinya memiliki pengaruh dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk kehidupan sosial dan ekonomi.
Demikian salah satu intisari pesan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hajriyanto Y Thohari, saat meresmikan tanam perdana pilot project Gerakan Tani Bangkit di Desa Gempol, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Ahad (14/01/2018).
Gerakan Tani Bangkit diaktivasi melalui dukungan PP Muhammadiyah dan Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Klaten, serta bersinergi dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan) Dewi Sri Makmur.
Hajriyanto yang meresmikan tanam perdana itu mengatakan, melalui gerakan ini Muhammadiyah dapat memberikan sumbangsih terhadap kebangkitan petani.
Dengan itu pula, kata mantan Wakil Ketua MPR RI, Muhammadiyah tetap konsisten menunjukkan kepada masyarakat bahwa dakwah memiliki makna yang luas.
“Tidak hanya sekadar ritual dan bersifat personal, namun dakwah harus memiliki dampak yang bermanfaat sebagai gerakan pemberdayaan masyarakat,” terangnya sebagaimana siaran pers dari Nazhori Author Manager Media Center LazizMU kepada hidayatullah.com, Senin (15/01/2018).
Baca: Respons Ironi Pertanian, Muhammadiyah Dukung Gerakan Tani Bangkit
Ia mengatakan, gerakan semacam ini akrab dikenal sebagai gerakan pembebasan. Sehingga diharapkan dapat membebaskan masyarakat, terutama umat Islam, dari keterbelakangan dan kemiskinan.
Pada maknanya yang lain, Gerakan Tani Bangkit merupakan gerakan emansipasi. Upaya pemberdayaan yang dilakukan Muhammadiyah berikhtiar mengangkat harkat dan martabat masyarakat, khususnya petani.
“Dengan demikian petani memiliki kedudukan yang terhormat di tengah masyarakat,” jelas Hajriyanto.*