Hidayatullah.com– Berbagai bentuk perlawanan rakyat Palestina terhadap Zionis Israel merupakan bagian dari luapan ekspresi akibat tekanan, kedzaliman, dan penjajahan oleh bangsa Yahudi itu.
Imam dan Khatib Masjid Al-Aqsha, Syaikh Ikrimah Sabri, menegaskan itu dalam acara silaturahim dan buka puasa bersama para NGO/LSM dan ormas Islam di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 4 Ramadhan 1437 (09/06/2016) lalu.
“Ada sebuah permisalan mengatakan bahwa kalau (sesuatu) ditekan terlalu kuat, akan menyebabkan pantulan atau meledak. Dan itulah yang terjadi.
Tekanan kedzaliman yang kuat dari Zionis yang menyebabkan perlawanan (rakyat Palestina) itu meledak. Bentuknya seperti penusukan dengan pisau, itu adalah salah satunya,” ujarnya.
Menurut Ikrimah Sabri, ledakan perlawanan itu sudah bisa diprediksi, mengingat perlakuan penjajah Zionis Israel yang makin menjadi-jadi terhadap rakyat Palestina.
“Dan saya kira semua orang bisa memprediksinya. Adapun cara (perlawanan)nya seperti apa, tentu dilihat dari peluang dan kreativitas untuk meluapkan tekanan yang dirasakannya,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, perlawanan itu terjadi karena tuntutan secara fitrah. Dikarenakan juga tidak adanya bantuan secara lembaga atau negara di luar Palestina. Selain itu, seperti jamak diketahui kaum Muslimin, perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajah Israel juga atas dasar aqidah.
“Jadi kalau tertekan akan melawan, menggunakan (sesuatu) sesuai dengan kemampuan, dan terjadi begitu saja,” tandasnya. [Baca juga: Imam Al-Aqsha: Terima Kasih Indonesia Terus Mendukung Palestina]*