Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

“Tak Ada Pasar Beras Sentral setiap Wilayah, Biaya Logistik jadi Mahal”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Januari 2018 14:58 2:58 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Januari 2018 13:43
Bagikan
[ILustrasi] Pasar beras di Food Station Tjipinang Jaya, Cipinang, Jakarta Timur, Januari 2018.
Bagikan

Hidayatullah.com– Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Saidah Sakwan mengatakan, problem terkait beras di Indonesia merupakan problem yang diulang-ulang. Padahal di Indonesia ada enam provinsi/wilayah pemasok beras terbesar.

“Problem beras kok menjadi problem yang berulang, apalagi situasi hari ini dengan pernyataan pemerintah yang akan mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton. Padahal sebenarnya pemasok terbesar beras di Indonesia berada pada enam provinsi,” ujarnya saat diskusi soal impor beras di Menteng, Jakarta, Rabu (17/01/2018).

Baca: KPPU: Hindari Eksploitasi Pasar, Perlu Konsolidasi Data Perberasan

Enam provinsi tersebut, jelasnya, yaitu Sumatera Utara memasok sekitar 5,4 persen atau 5,4 juta ton, Sumatera Selatan 6,6 persen atau 4,7 juta ton, lalu Jawa hampir memasok beras 50 persen, dan Sulawesi Selatan.

“Beras di Indonesia hanya distok dari 6 dari 33 provinsi dan semua terkonsentrasi 67 persen di Pasar Beras Cipinang (PBC) dan akan tour ke daerah-daerah.

Jadi beras ini benar-benar tour, dan akibatnya ada cost (biaya) logistik yang mahal, karena kita tidak punya pasar beras sentral di setiap wilayah. Dan ini manajemen stok dan tidak dilakukan oleh pemerintah,” paparnya mengkritisi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Senator: Betulkah Kita Tak Ada Stok Beras?

Selain itu, ia menilai, diperlukan adanya konsolidasi data soal perberasan agar tidak ada oknum yang mengeksploitasi pasar.

Hal ini jelasnya terkait permasalahan impor beras dan tidak adanya persamaan data antara Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan Badan Urusan Logistik (Bulog) terkait beras.

“KPPU konsen betul dengan soal konsolidasi data perberasan nasional bersama,” ujarnya.* Zulkarnain

Baca: DPR Pertanyakan Urgensi Impor Beras

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agrariaberasdata perberasaneksploitasi pasarimporimpor berasKomisi Pengawas Persaingan UsahaKomisioner KPPUKPPUmafia berasmafia impor beraspasar beraspasar beras sentralpenghasil beraspertanianproduksi berasprodusen berasSaidah Sakwanstok berasswasembada beras
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jokowi Bahas Perkembangan Pembangunan UIII
Tulisan selanjutnya Erdogan pembagian vaksin Erdogan Berjanji Habisi ‘Tentara Teror’ Ciptaan AS yang Dipimpin Kurdi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?