Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Mahasiswa PKU UNIDA Gontor Kritik Pemikiran Karl Marx di INSISTS

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Januari 2018 10:07 10:07 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Januari 2018 10:07
Bagikan
Seminar nasional pemikiran dan peradaban Islam gelaran Program Kaderisasi Ulama (PKU) UNIDA Gontor-INSISTS di Kalibata, Jakarta, Sabtu (20/01/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Program Kaderisasi Ulama (PKU) Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor bekerja sama dengan Institute for the Study of Islamic Though and Civilizations (INSISTS) mengadakan seminar nasional pemikiran dan peradaban Islam di aula INSISTS, Kalibata, Jakarta, penghujung pekan kemarin.

Sebelum acara dimulai, Sabtu (20/01/2018) itu, moderator seminar ini menjelaskan Progam PKU kepada para peserta.

Setelah itu, empat pemakalah dari PKU tampil mempresentasikan hasil kajiannya. Topik-topik yang dibawakan antara lain kritik konsep masyarakat tanpa kelas, pandangan Islam terhadap korupsi, kritik terhadap tafsir batini Syiah, dan kritik terhadap tafsir hermeneutika double movement Fazlur Rahman.

Baca: Kiprah PKU dalam Perang Pemikiran

Pada topik kritik konsep masyarakat tanpa kelas, pemakalah Arif Afandi Zarkasyi mengkritik pemikiran Karl Marx. Dia menjelaskan, Marx berpandangan pertentangan ekonomi suatu masyarakat telah menciptakan suatu kesenjangan dan sebuah penindasan si kaya/pemilik modal/borjuis kepada si miskin/buruh/proletar.

Penindasan ini, lanjutnya, menurut Marx hanya akan bisa berakhir jika kelas masyarakat dihapuskan dengan sebuah revolusi kaum proletar.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurutnya, pemikiran Marx ini kontradiktif. Sebab ketika Marx berpikir akan selalu ada dialektika atau pertentangan antara kaum borjuis dan proletar, lalu Marx menginginkan terjadinya diktator proletar, maka konsekuensi logisnya kaum borjuis juga akan melakukan perlawanan saat mereka ditindas oleh diktator proletar.

“Apa yang terjadi? Tidak ada akhirnya,” ucapnya.

Baca: MIUMI DIY dan PKU Gontor Gelar Seminar Nasional “Pemikiran Islam Kontemporer”

Ini berbeda dengan konsep Islam, kata Arif. Prinsip keadilan dalam Islam, jelasnya, terdapat pada perintah membayar zakat. Si kaya diwajibkan membantu si miskin. Tujuannya agar disparitas/jarak sosial-ekonomi hilang.* Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Fazlur RahmanGazwul FikriINSISTSKarl Marxliberalismepemikiran menyimpangperang pemikiranPKUProgram Kaderisasi Ulamatafsir hermeneutika double movement
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aqidah Modal Penting Bentengi Keluarga
Tulisan selanjutnya Program Kaderisasi Ulama – Gontor Gelar Temu Alumni Regional DIY dan Jateng

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?