Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

IEW: Sebaiknya Presiden Jokowi Tolak RPP Holding BUMN Migas

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 29 Januari 2018 21:42 9:42 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 29 Januari 2018 05:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Koordinator Indonesia Energy Watch (IEW) M Adnan Rara Sina mengungkapkan, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) telah melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) atas perintah Menteri BUMN Rini Soemarno pada Kamis, 25 Januari 2018 Lalu.

Dalam forum RUPS LB tersebut, disetujui bahwa PGN mengalihkan saham seri B milik negara sebesar 56,6 persen kepada PT Pertamina (Persero) dengan masa berlaku 60 hari.

Pengalihan ini akan resmi berlaku jika Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang kini sudah masuk ke Setneg yang diajukan oleh Menteri Keuangan dan Menteri BUMN disetujui oleh Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, adalah sesuatu yang bermanfaat jika pembentukan holding BUMN Migas antara PGN dan Pertamina ini untuk memperkuat struktur aset dan modal, agar dua perusahaan yang digabungkan ini menjadi lebih efisien, kompetitif, dan tidak bersaing secara bisnis dengan jenis usaha yang sama.

“Namun pada kenyataannya di lapangan, pembentukan holding migas ini tidak memberikan nilai tambah bagi perusahaan induk holding, menambah birokrasi, memperpanjang rantai pengambil keputusan serta menimbulkan inefisiensi biaya karena diketahui saat ini inefisiensi keuangan dan manajemen Pertamina saat ini tidak ‘prudent‘,” ungkap Adnan di Jakarta, Ahad (27/01/2018) dalam pernyataannya diterima hidayatullah.com.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: PKS Kritisi Kebijakan Holding Sektor Pertambangan

Terbukti, ungkapnya, dalam tahun buku 2017, kerugian Pertamina mencapai Rp 17 triliun. Berbanding terbalik dengan dengan PGN mendapat laba US$ 150 juta di tahun yang sama, sehingga kesan yang muncul adalah PGN ‘dicaplok’ oleh Pertamina untuk menutupi keuangan Pertamina yang kolaps.

Kemudian yang menjadi persoalan berikutnya, adalah mekanisme “top down” yang ditempuh oleh Rini Soemarno dengan skema ‘inbreng‘, dengan memaksakan PGN ‘dicaplok’ Pertamina menimbulkan ketidakpercayaan investor bahwa BUMN sangat mudah diintervensi. “Sehingga terjadi gejolak pasar dimana nilai kapitalisasi saham PGN (PGAS) terus menurun di perdagangan pasar saham sampai saat ini,” imbuhnya.

Seharusnya kata Adnan, Menteri Rini tak usah buru-buru memaksakan holding ini dengan menempuh cara yang lebih soft dengan metode ‘bottom up’.

Dengan mengintegrasikan lebih dahulu dengan skema PGN mengakuisisi Pertagas -anak perusahaan Pertamina yang memiliki usaha sejenis dengan PGN yang bergerak di bidang usaha distribusi gas, bukan sebaliknya memaksakan kehendak dengan digabung dari atas. Dan Pertamina sendiri katanya perlu memperbaiki Good Corporate Governance (GCG/tatakelola perusahaan yang baik) sebelum ditetapkan menjadi holding, disebabkan Pertamina sampai saat ini tak mampu mengatasi “kelompok kepentingan” yang melingkupinya.

“Presiden Jokowi harus lebih berhati-hati dengan agenda-agenda sendiri oleh pembantu-pembantunya di kabinet yang tidak mencerminkan program Nawa Cita di bidang energi,” ungkap Adnan.

Menurutnya, Menteri Rini sering membuat keputusan kontroversial. Contohnya membuat BUMN jadi sekarat semisal Garuda Indonesia yang disuruh membeli pesawat besar yang tidak sesuai dengan kebutuhan Garuda, sehingga menyebabkan kerugian besar dan Garuda terus merugi karena beban hutang. Belum lagi tidak adanya persetujuan DPR karena Rini tidak diterima dalam rapat kerja bersama Komisi VI sejak keputusan Pansus Pelindo yang merekomendasikan pemecatannya.

“Keputusan holding BUMN Migas ini akan menimbulkan turbolensi dan kegaduhan politik yang tidak produktif, sehingga sebaiknya Presiden Jokowi tidak buru-buru menyetujui dan menolak Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang diajukan Menteri BUMN,” terangnya.

Baca: Aset BUMN Dikuasai Swasta Asing Dinilai Rugikan Negara

Menurut Adnan, karena kebijakan holding ini lebih pada uji coba ‘trial & error’, lebih baik Rini fokus untuk menindaklanjuti perintah Presiden Jokowi untuk mengatasi mahalnya harga gas dalam negeri menjadi US$ 6/MMBtu dari US$ 11/MMBtu saat ini, dengan memperbaiki dan memperkuat sistem distribusi infrastruktur gas dari hulu hingga hilir.

“‘Mindset’ bahwa holdingisasi BUMN Migas adalah solusi mengatasi mahalnya harga gas ini adalah keliru dan sesat pikir,” pungkasnya.

Sementara itu diketahui sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno, menganggap bahwa holdingisasi industri minyak dan gas (migas) bertujuan untuk efisiensi bisnis.

Rini juga menambahkan, dengan adanya holdingisasi  dua BUMN yang bergerak di industri migas yakni Pertamina dan PGN bertujuan untuk memperkuat posisi pemerintah di bidang industri migas.

“Pada dasarnya kami diberi tanggung jawab supaya target pemerintah supaya kita bisa jadi negara yang mandiri di energi otomatis kita ingin punya BUMN yang kuat dan efisien,” klaim Rini, Kamis (04/01/2018) di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta kutip Tribun.*

Baca: Aset Negara Bisa Dikuasai Pemerintah China

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ekonomi Indonesiagasholding BUMN Migasholding sektor pertambanganIEWIndonesia Energy WatchKoordinator IEWM Adnan Rara SinaMenteri BUMNminyak bumipertambanganPGNPresiden Joko WidodoPT Perusahaan Gas NegaraRancangan Peraturan PemerintahRapat Umum Pemegang Saham Luar BiasaRini SoemarnoRPPRUPS LB
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hanya Allah yang Dapat Meredam Setiap Kegelisahan
Tulisan selanjutnya Layanan Hapus Tato MTT-IMS Mulai Bergulir

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Berita
13 Juli 2026 06:00
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?