Hidayatullah.com– Meski tidak melampaui 50 persen, tapi elektabilitas Presiden Joko Widodo masih yang tertinggi dibanding “calon presiden” lainnya dengan 36,2 persen menurut hasil penelitian terbaru Media Survei Nasional (Median).
Direktur Riset Median Sudarto menjelaskan, penyebab rendahnya elektabilitas Jokowi tersebut masih sama dengan hasil survei Februari lalu, yakni terbesar adalah terkait ekonomi. Dari mulai sembako mahal, ekonomi sulit, tarif listrik naik, dan sebagainya.
Baca: Muhammadiyah Menilai Kebijakan Ekonomi Jokowi Belum Konkret
“Itu masih jadi faktor utama kenapa masyarakat ingin mengganti Pak Jokowi dengan pemimpin lain,” ujarnya di Cikini, Jakarta, Senin (16/04/2018).
Meskipun, lanjutnya, di sisi lain ada juga yang mengaku cukup puas dengan pembangunan infrastuktur yang dilakukan oleh Jokowi.
“Masalahnya infrastruktur itu, kan, barang yang sifatnya umum, pembangunan di sisi itu nampaknya belum mampu menutupi penderitaan yang dialami masyarakat secara langsung,” ungkapnya.
Sudarto menyebut, apakah elektabilitas Jokwi bisa membaik tergantung dari kebijakan Presiden Jokowi terkait ekonomi.
Baca: Viral #2019GantiPresiden, Masyarakat Dinila Mulai Hilang Kepercayaan ke Jokowi
Ia memaparkan, jika hingga tahun 2019 Jokowi bisa menelurkan kebijakan-kebijakan ekonomi yang pro rakyat, mengurangi beban dan penderitaan yang dirasakan rakyat, kemungkinan besar elektabilitasnya akan naik.
“Tetapi sebaliknya, jika hingga 2019 Pak Jokowi tidak mampu memperbaiki kondisi ekonomi, saya tidak yakin elektabilitas beliau akan naik secara signifikan,” pungkasnya.
Survei tersebut dilakukan pada 24 Maret hingga 6 April 2018.
Sebelumnya, Median merilis hasil penelitian tentang peluang petahana Presiden Joko Widodo maupun calon lawannya di Pilpres 2019 mendatang.
Sudarto menerangkan, berdasarkan survei tersebut ditemukan bahwa sebanyak 63,8 persen masyarakat belum ingin memilih Jokowi untuk menjadi presiden periode kedua.
Baca: Survei: 63,8 Persen Masyarakat Belum Ingin Pilih Jokowi Periode Kedua
Jumlah itu, paparnya, merupakan pengurangan dari elektabilitas yang diraih Jokowi sebesar 36,2 persen.
Adapun peringkat elektabilitas terbesar selanjutnya ditempati Prabowo dengan 20,4 persen, lalu mantan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo 7,0 persen, Jusuf Kalla 4,3 persen, dan Anies Baswedan 2,0 persen.*