Hidayatullah.com- Menteri Agama RI Fachrul Razi mengatakan bahwa Bumi Serambi Makkah, Aceh merupakan daerah yang sangat toleran.
“Aceh sangat toleran. Bahkan teman-teman saya yang dulu pernah tugas di Aceh menyampaikan bahwa Aceh sangat toleran,” ujar mantan Wakil Panglima TNI asal Aceh ini dalam kunjungannya ke Aceh Utara, Aceh pekan kemarin.
Menag menilai bahwa di Aceh toleransi bukanlah hal yang baru. Kata Menag, nilai toleransi sejak lama sudah terjalin dengan baik di Tanah Rencong ini.
Menurut Menag, saat ini ada beberapa negara yang baru menyadari mengenai pentingnya nilai kebangsaan dan keislaman. Akan tetapi, nilai-nilai itu telah lama dipraktikkan di Indonesia. Menag menilai bahwa nilai kebangsaan dan keislaman tidak dapat dipisahkan.
“Dari dulu pahlawan-pahlawan Aceh berjuang dalam rangka untuk membela identitas kebangsaan dan keislaman. Dari dulu kita tidak pernah memisahkan itu,” ujarnya di Masjid Al Khalifah Ibrahim, Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, Sabtu lansir laman resmi Kementerian Agama Aceh pada Ahad (23/02/2020).
Dalam ceramahnya bakda shalat Ashar di masjid setempat, Menag berbicara di hadapan ratusan jamaah mengenai kerukunan dan toleransi beragama di Indonesia.
Kata Menag, sebagai bangsa yang penuh kemajemukan, sudah sepantasnya masyarakat Indonesia menjaga kerukunan dalam setiap sendi kehidupan. “Kita yang penuh kebinekaan maka tidak mungkin bisa menjaganya jika kita tidak menjaga toleransi,” pesannya.
Setibanya di masjid Al Khalifah Ibrahim, Menag disambut penuh antusias oleh ratusan warga dan santri Dayah Babussalam Al Hanafiah.
Pada kunjungannya ke Aceh Utara itu, Menag di-peusijuek (tepung tawar, red) oleh Imam Besar Masjid Al Khalifah Ibrahim, Teungku Muhammad Yusuf.
Menag juga dihadiahkan dua helai surban oleh imam besar masjid setempat dan juga Pimpinan Dayah Babussalam Al Hanafiah, Waled Sirajuddin sebagai tanda penghormatan. Menag pun menyempatkan diri memantau Ma’had Aly di Dayah Babussalam Al Hanafiah.*