Hidayatullah.com– Ustadz Abdul Somad (UAS) mengajak umat Islam untuk membeli dan membaca buku. Bahkan, UAS mengajak umat untuk menjadikan buku sebagai warisan.
Mewariskan buku, kata dai kondang asal Pekanbaru, Riau ini, berarti mewariskan ilmu pengetahuan, sesuatu yang dinilai lebih utama daripada mewariskan harta benda.
“Diwariskan tanah, habis dijual. Diwariskan (sepeda) motor, dicuri maling. Berapa banyak diwariskan emas, sekarang hilang tak berkesan.
Tapi kalau kau wariskan buku, ilmu pengetahuan, anak-anak kita, kita wariskan ilmu pengetahuan, betapa bahagianya kita,” ujarnya dalam Tabligh Akbar “Meraih Kejayaan Islam Melalui Literasi” di Mushalla AQL Islamic Center, arena Islamic Book Fair (IBF) 2018, JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (19/04/2018).
“Belilah buku, karena dia teman terbaik di saat susah, teman terbaik di saat senang. Saat senang kau baca buku, hatimu akan lapang. Di saat susah, kau baca buku, hatimu akan riang.
Di saat kaya, kau baca buku, kau ingat orang susah. Saat susah, kau baca buku, bangkit semangat hidupmu. Beli buku, baca buku, renungkan. Setelah kau mampu, menulis buku,” pesannya.
UAS pun mengungkapkan salah satu tipsnya dalam menulis buku. Yaitu dimulai dari hal-hal yang ringan.
Baca: Ribuan Pengunjung Padati Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad di IBF 2018
“Saya mulai menulis buku dari yang ringan sekali. Buku yang paling tipis. Paaling tipis, 33 Tanya Jawab Qurban. Kecil cuman, berapa halaman? Hanya sekadar 46 halaman. Tapi setiap musim qurban, pasti buku ini dicari.
Sekarang bulan Sya’ban, lalu Ramadhan, lalu Syawal, kemudian Zulqa’dah. “(Pada bulan) Zulqa’dah, buku (33 Tanya Jawab Qurban) ini kembali dicari orang,” ungkapnya.
Ia pun mengaku, buku itu ia tulis berdasarkan hasil konsultasi yang ia lakukan dengan sejumlah ustadz. Dia kumpulkan pertanyaan-pertanyaan seputar qurban lalu ia tanyakan pada ahlinya.
Namun, “Disangka orang saya yang nulis…, saya jelaskan, sebetulnya buku ini bukan saya yang tulis, saya hanya ngumpulkan aja,” ungkapnya merendah, lantas memperlihatkan sejumlah buku karya kepada ribuan hadirin yang membludak.*