Hidayatullah.com– Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana melakukan lelang minuman keras (miras) ilegal kepada pelaku industri. Tujuannya sebagai langkah antisipasi potensi kerugian negara sebesar Rp 57,7 miliar akibat sitaan miras ilegal berjumlah 50.664 karton atau tiga kontainer.
Diketahui bahwa sebelumnya Bea Cukai Jawa Timur menemukan penyelundupan minuman keras dan rokok ilegal melalui tiga kontainer yang berasal dari pelabuhan Singapura.
“Kami tentu dalam hal ini adalah barang sitaan, bukan barang yang bebas. Kita akan sangat bergantung kepada kejaksaan untuk melakukan proses cepat sehingga barang itu bisa dilakukan untuk pelelangan,” ujar Sri Mulyani saat ditemui di Kantor Wilayah Bea Cukai Tanjung Perak Jawa Timur, Kamis (02/08/2018) kutip Kontan.
Rincian kerugian negara bila mereka mestinya bayar yakni, untuk bea masuk Rp 40,5 miliar, PPN Rp 6,7 miliar, PPh pasal 22 Rp 5,1 miliar, dan cukai Rp 5,1 miliar.
Lebih lanjut Sri Mulyani mengatakan bahwa pengadilan dan kejaksaan setuju untuk melakukan pelelangan tersebut. Namun, batasan yang diterapkan adalah pengusaha dengan NPPKC (Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai).
“Saya dengar dari kejaksaan dan pengadilan bahwa beliau setuju. Saya minta Dirjen Bea Cukai, Pak Kanwil untuk follow up hal tersebut. Yang boleh partisipasi dalam lelang adalah pengusaha yang memiliki izin NPPKC. Sehingga dia bayar seluruh bea masuk PPN, PPH pasal 22 dan cukainya. Itu akan jadi penghasilan untuk negara,” ungkapnya.
Baca: Menteri Jokowi Sering Gaduh, Kredibilitas Pemerintah Bisa Jatuh
Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, menyindir rencana Menkeu tersebut.
“Sulit untuk mengomentarinya. Udah mau tenggelam ya gini ini. Terserah ibu ajalah selaku Menteri Keuangan terkece se-dunia. Asal jangan narkoba sitaan juga nanti dilelang karena potensi harganya juga tinggi untuk pemasukan negara, Bu. Atur-atur sesuka ibu ajalah,” singgungnya lewat akun Twitternya, @jansen_jsp, kemarin seraya mengunggah sebuah berita soal rencana Menkeu menjual miras ilegal tersebut.
Baca: Jokowi Izinkan Sejumlah Menteri dan Staf Presiden ‘Nyaleg’ di Pemilu 2019
Beberapa waktu lalu Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati dinobatkan sebagai Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) di World Government Summit yang diselenggarakan di Dubai, Uni Arab Emirates. Penghargaan tersebut diserahkan oleh pemimpin Dubai, Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum.
Penghargaan Menteri Terbaik ini merupakan penghargaan global yang diberikan kepada satu orang menteri dari semua negara di dunia setiap tahunnya dan mulai diberikan pada tahun 2016. Proses seleksi dan penentuan pemenangnya dilakukan oleh lembaga independen Ernst & Young dan diselenggarakan oleh World Government Summit.*
Baca: Fadli Zon Sebut Dua Menteri Jokowi Perlu Direvolusi Mental