Hidayatullah.com– Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain, menyayangkan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada relawannya soal ‘berani jika diajak berantem’.
“Seorang Presiden hendaknya bersikap sebagai negarawan, kemarin malah menganjurkan para pendukungnya ‘berkelahi’ seperti koboi di negara wild wild west di masa lalu, saat hukum masih amburadul,” ujarnya saat dihubungi hidayatullah.com di sela-sela acara “Mudzakarah Seribu Ulama” di Tasikmalaya, Jawa Barat, Ahad (04/08/2018)
Tengku melanjutkan, semestinya seorang Presiden mengajak rakyat taat hukum bukan ‘berkelahi’ ala preman.
“Dengan begitu saya jadi mengerti, patutlah mengapa empat tahun terakhir, banyak persekusi bahkan bersenjata tajam, yang tidak ditindak secara hukum,” ujar ulama yang pernah jadi korban persekusi di Bandara Sintang pertengahan tahun lalu ini.
Tengku berharap partai-partai koalisi untuk berpikir ulang mencalonkan Jokowi jadi presiden dua periode. Kalaupun tetap dicalonkan, Jokowi tidak layak dipilih karena sikapnya bukan seorang negarawan.
Sementara itu, ketua media center PA 212 Novel Bamukmin menyatakan, aksi provokasi Jokowi ini sangat membahayakan keutuhan bangsa apalagi menjelang Pilpres.
“Saat ini situasi politik sedang tidak sehat. Tanpa dikomandoi untuk siap berkelahi, mereka juga otomatis akan terpancing jika ada provokator. Apalagi yang menjadi provokatornya Presiden dari partai yang kita kenal suka berbuat kekacauan,” ujarnya.
Sebelumnya diketahui, Jokowi mengajak para relawan untuk berkampanye dengan cara baik. Namun, dia juga meminta untuk tidak takut apabila ada yang mengajak berantem.
Arahan tersebut disampaikan Jokowi saat Rapat Umum Relawan Jokowi di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (04/08/2018).*/Anis