DI balik bencana gempa Nusa Tenggara Barat (NTB), ada cerita heroik penuh hikmah terjadi. Misalnya peristiwa ini, yang dialami oleh seorang nenek 50 tahun yang begitu heroik kala harus menyelamatkan cucunya.
Relawan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) di lokasi bencana, Indokhul Makmun, mengisahkan, kala itu sang nenek harus rela tertimpa balok rumah demi melindungi cucunya dari reruntuhan bangunan rumah.
Nenek itu tinggal di Dusun Ketapang, Desa Madain, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, lokasi terparah akibat gempa NTB berkekuatan 6,4 SR akhir Juli 2018 lalu.
“Jadi pagi itu (29/07/2018) seperti hari-hari biasa, Nenek Inah menjalani rutinitas paginya memasak makanan sambil menggendong cucunya yang berusia 4 tahun,” terang Makmun.
Inah tinggal dengan 3 orang anak dan 2 cucunya di rumah sederhana berukuran 7 x 10 meter persegi. Salah seorang anaknya berkebutuhan khusus berusia 15 tahun. Setiap hari sebelum berangkat mencari nafkah di sawah dengan menjadi buruh tani, Nenek Inah selalu memasak untuk seluruh keluarganya.
“Tiba – tiba sekitar pukul 07.00 WITA tepat pada 29/07/2018 suara gemuruh terdengar diikuti jatuhnya atap asbes rumah di depannya, dengan panik Nenek Inah langsung teriak gempa dan lari keluar rumah, sembari terus berteriak, gempa, gempa,” tutur Makmun kepada hidayatullah.com.
Namun naas, baru tiga melangkah berpindah tempat, balok penyangga rumah runtuh tepat di atas kepala Nenek Inah. Sadar ada sang cucu, ia tak pedulikan sakit yang dialaminya. Ia segera bergerak menyelamatkan sang cucu.
“Sakit di kepala tak dihiraukannya, ia segera dengan refleks menutupi cucunya sehingga balok mengenai punggungnya. Kaget dan takut, perasaan ini yang muncul saat itu karena cucunya tiba – tiba tidak ada dalam pelukannya. Sekuat tenaga disibakkannya asbes yang menutupi badan sambil memanggil- manggil nama cucunya sekuat tenaga,” urai Makmun.
Selang beberapa saat terdengar suara tangisan sekitar dua meter dari lokasi dia berdiri. Dengan panik disibaknya puing bangunan yang tertumpuk itu. Dan, didapatkan cucunya menangis di depannya dalam kondisi sehat.
“Alhamdulillah semua keluarga kami selamat, tidak tahu lagi kalau kejadiannya malam,” ujar Nenek Inah dalam bahasa lokal yang kental.
Ketika gempa dengan kekuatan 7 SR kembali mengguncang NTB, Makmun belum mendapati kabar Nenek Inah.
Baca: Gempa NTB, Santri Meninggal Saat Mengaji Tertimpa Reruntuhan
“Kami belum dapat kabar Nenek Inah terbaru, tapi kami berfirasat beliau ada bersama pengungsi lainnya,” tutup Indo yang kini sedang sibuk menyiapkan tim relawan tambahan untuk membantu evakuasi, pengobatan dan pemberian pertolongan untuk korban gempa NTB.
“Nanti lagi ya disambung, sekarang saya sedang urus kesiapan tim yang akan berangkat ke NTB sore ini,” tutupnya.
Tim BMH bersama SAR Hidayatullah dan IMS serta berbagai elemen bangsa lainnya saat ini terus bersinergi dalam upaya membantu korban gempa NTB, termasuk yang terjadi semalam, Ahad (05/08/2018).*