Hidayatullah.com– Pasca dicabutnya fase tanggap darurat bencana gempa bumi di Lombok, NTB, oleh pemerintah penghujung Agustus lalu, puluhan relawan dari berbagai LSM/NGO di Indonesia seperti Gerak Bareng Community (GBC), Dompet Dhuafa, Muhsinin Center, dan lainnya berkumpul membicarakan formula rehabilitasi yang tepat.
“Pasca fase dicabutnya tanggap darurat, masyarakat masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan makanan pokok begitu juga hunian untuk tinggal. Bahkan masih banyak masyarakat yang mengaku belum tersentuh bantuan dari para relawan“ ujar Arif perwakilan dari Alumni Kampus Umar Usman di Posko Carnogonesia IPCN (Ikatan Pengusaha Cargo Nusantara) Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (05/09/2018).
Acara yang digagas oleh GBC ini bertujuan untuk menyamakan persepsi tentang apa yang mesti dilakukan pasca tanggap darurat.
Kak Iman Surahman dari Dongeng Ceria menuturkan, “Semangat fastabikul khairat harus dijaga jangan sampai merusak niat dan cara. Kita membangun Lombok bukan dengan menunjukan Ego kita sebagai lembaga, tapi lebih kepada kemampuan kita bersinergi dengan banyak pihak guna membawa kemaslahatan yang lebih banyak,” ucapnya seperti rilis yang diterima hidayatullah.com.
Acara ini ditutup dengan komitmen bersama lintas NGO komunitas untuk membangun sebuah proyek kemanusiaan bersama di Lombok.
Zaki selaku komando GBC mengakhiri agenda duduk bareng dengan mengatakan, “Insya Allah duduk bareng ini akan dilakukan juga di Lombok bersama dengan relawan lokal dan lainnnya.”
Karena, sambungnya, dengan bersinergi antara komunitas atau lembaga dengan yang lain, proses pemulihan pasca tanggap darurat akan jauh lebih cepat dan lebih mudah.
Diketahui, tahap tanggap darurat penanganan bencana gempa Lombok, NTB berakhir pada Sabtu (25/08/2018), dan selanjutnya diberlakukan tahap transisi darurat ke pemulihan.*