Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kabar dari Suriah

Turki dan AS Mengutuk Serangan di Idlib, Suriah

Ahmad
Terakhir diupdate: 6 September 2018 06:48 6:48 am
Ahmad
Dipublikasikan 6 September 2018 06:48
Bagikan
Rusia menggunakan SU-34 dan SU 35-C menyerang Idlib
Bagikan

Hidayatullah.com–Turki menyampaikan kecaman kepada Rusia atas serangan terbaru di Idlib Suriah, demikian Adanodolu Agency, mengutip Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu hari Rabu.

“Setelah serangan itu, kami [Turki dan Rusia] saling menghubungi. Kami mengatakan kepada mereka bahwa ini salah,” kata Mevlut Cavusoglu dalam konferensi pers didampingi mitranya, Menteri Kehakiman Jerman, Heiko Maas.

Serangan itu ditujukan untuk “menangkap Idlib”, yang menurut Cavusoglu “membawa risiko serius” dan “akan menjadi bencana dari banyak sudut”.

“Keinginan rezim untuk menyerang dan menangkap Idlib jelas,” tambahnya.

Cavusoglu mengatakan Rusia dan Iran adalah dua negara penjamin rezim Bashar al Assad dan Turki akan terus berhubungan dengan kedua negara ini.

Baca Juga

muslim spanyol
Muslim di Spanyol Ungkap Bahwa Setiap Jumat Seorang Warga Menjadi Mualaf
Pemimpin Rezim Suriah, Bashar Assad dan Istrinya Positif Covid-19
Rezim Assad Suriah Telah Menyiksa 98 Orang Sampai Mati dalam 2 Tahun Terakhir
PBB Prihatin Meningkatnya Kekerasan di Idlib Suriah setelah Serangan Rezim
Pakistan Kirim Bantuan Medis Terbesar Sejak Mewabahnya Covid-19

Dia mengatakan Turki tidak membawa kelompok radikal ke Idlib dan mempertanyakan mengapa kelompok-kelompok itu justru dibawa ke Idlib dengan senjata mereka dari Aleppo, Ghouta Timur dan Homs.

“Rencana itu sudah jelas sejak awal. Kelompok-kelompok ini akan pergi ke sana dan kemudian, dengan berpura-pura keberadaan kelompok-kelompok di sana, itu [rezim Assad] akan menyerang untuk menangkapnya,” jelas Cavusoglu.

Baca: Rusia Serang Rumah Sakit dan Masjid, Idlib Bermandikan Darah 

Dia menambahkan bahwa posisi Turki dan Jerman di Suriah dan isu-isu lainnya tumpang tindih.

Maas mengatakan mereka yang akan melarikan diri dari Idlib harus dibantu. “Kami berbicara bagaimana kami dapat membantu. Turki adalah mitra penting kami dalam masalah ini,” katanya.

Maas juga mengatakan Jerman mendukung Turki dalam KTT di Teheran dan memiliki kepentingan strategis dalam memiliki hubungan konstruktif dengan Turki.

Sebagaimana diketahui, pesawat tempur Rusia hari Selasa menggempur target sipil dan kelompok oposisi di Propinsi Idlib, Suriah.

Kementerian Pertahanan Rusia dikutip Russian Today, mengatakan Pesawat Su-34 memukul dan menghancurkan sebuah lokakarya di mana pejuang Jabhah Al-Nusra diklaim membangun drone dan gudang bahan peledak untuk mereka.  Rusia juga mengakui menggunakan Su-35C untuk mengebom gudang, tempat para pejuang yang diklaimnya menyimpan MANPAD, sistem senjata yang digunakan untuk melumpuhkan musuh dengan menggunakan roket kendali.

Baca: Serangan Udara Rusia di Idlib Tewaskan 140 Warga Sipil

Serangan ini menewaskan sedikitnya 10 warga sipil dan lebih dari 20 orang luka-luka.

Setidaknya terdapat 24 serangan pertama dalam tiga minggu yang ditujukan ke Jisr al-Shughour di tepi barat Idlib pada Selasa (04/09/2018) pagi. Serangan itu berlangsung selama beberapa jam sebelum akhirnya reda sekitar pukul 7 malam waktu setempat, seperti dilaporkan Aljazeera, media berdomisili di Qatar.

Media asal Abu Dhabi The National menyebut, bahwa serangan itu juga terjadi beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan kepada presiden Suriah, Bashar Al Assad untuk tidak “menyerang sembarangan” kelompok oposisi terakhir di negara itu.

Baca: Militer Rusia, Turki dan Iran akan Menyebar di Idlib 

 Trump menulis cuitan di Twitter yang mengatakan bahwa Rusia dan Iran akan membuat kesalahan besar dalam mengambil bagian dalam potensi tragedi kemanusiaan ini.

Terletak di dekat perbatasan Turki, Idlib adalah rumah bagi lebih dari 3 juta warga Suriah, banyak di antaranya melarikan diri dari kota-kota lain setelah serangan oleh pasukan rezim keji, Bashar al Assad.

Hampir dua pertiga di antaranya dikendalikan sekitar 30.000 pejuang Hayat Tahrir Al Sham (HTS).

Suriah baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meluncurkan serangan militer besar-besaran ke daerah tersebut, yang dikendalikan oleh berbagai kelompok oposisi bersenjata.

Pada hari Selasa, kepala kemanusiaan PBB Mark Lowcock memperingatkan bahwa serangan semacam itu akan mengarah pada “bencana kemanusiaan terburuk di abad ke-21”.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Iran Hassan Rouhani dijadwalkan bertemu di Teheran pada Jumat untuk pertemuan puncak trilateral di Suriah membahas masalah ini.

Pemboman Rusia ini mempertaruhkan nasib pertemuan antara Turki, Iran, dan Rusia yang bertujuan untuk menemukan alternatif terhadap serangan dalam skala besar.*

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadHayat Tahrir Al ShamIdlibiranMevlut CavusoglurusiaseranganSU 34suriahTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Relawan Berbagai Lembaga Kumpul Bahas Pemulihan NTB
Tulisan selanjutnya Kucing Hitam Madinah, Sekarang Pindah ke Kanada

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kabar dari Suriah

Krisis Roti di Provinsi di Bawah Kontrol Rezim Assad di Suriah sedang Berkembang

20 Oktober 2020 21:40
Kabar dari Suriah

Rezim Assad Berada di Balik Protes terhadap Turki di Idlib Suriah, Sumber Keamanan Mengatakan

12 Oktober 2020 10:15
Kabar dari Suriah

Serangan Bom Truk di Al-Bab Suriah Menewaskan Sedikitnya 18 orang

7 Oktober 2020 11:05
Kabar dari Suriah

Rami Makhlouf: Penipuan Terbesar di Timur Tengah terjadi di Suriah

30 September 2020 19:15
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?