Hidayatullah.com–Turki menyampaikan kecaman kepada Rusia atas serangan terbaru di Idlib Suriah, demikian Adanodolu Agency, mengutip Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu hari Rabu.
“Setelah serangan itu, kami [Turki dan Rusia] saling menghubungi. Kami mengatakan kepada mereka bahwa ini salah,” kata Mevlut Cavusoglu dalam konferensi pers didampingi mitranya, Menteri Kehakiman Jerman, Heiko Maas.
Serangan itu ditujukan untuk “menangkap Idlib”, yang menurut Cavusoglu “membawa risiko serius” dan “akan menjadi bencana dari banyak sudut”.
“Keinginan rezim untuk menyerang dan menangkap Idlib jelas,” tambahnya.
Cavusoglu mengatakan Rusia dan Iran adalah dua negara penjamin rezim Bashar al Assad dan Turki akan terus berhubungan dengan kedua negara ini.
Dia mengatakan Turki tidak membawa kelompok radikal ke Idlib dan mempertanyakan mengapa kelompok-kelompok itu justru dibawa ke Idlib dengan senjata mereka dari Aleppo, Ghouta Timur dan Homs.
“Rencana itu sudah jelas sejak awal. Kelompok-kelompok ini akan pergi ke sana dan kemudian, dengan berpura-pura keberadaan kelompok-kelompok di sana, itu [rezim Assad] akan menyerang untuk menangkapnya,” jelas Cavusoglu.
Baca: Rusia Serang Rumah Sakit dan Masjid, Idlib Bermandikan Darah
Dia menambahkan bahwa posisi Turki dan Jerman di Suriah dan isu-isu lainnya tumpang tindih.
Maas mengatakan mereka yang akan melarikan diri dari Idlib harus dibantu. “Kami berbicara bagaimana kami dapat membantu. Turki adalah mitra penting kami dalam masalah ini,” katanya.
Maas juga mengatakan Jerman mendukung Turki dalam KTT di Teheran dan memiliki kepentingan strategis dalam memiliki hubungan konstruktif dengan Turki.
Sebagaimana diketahui, pesawat tempur Rusia hari Selasa menggempur target sipil dan kelompok oposisi di Propinsi Idlib, Suriah.
Kementerian Pertahanan Rusia dikutip Russian Today, mengatakan Pesawat Su-34 memukul dan menghancurkan sebuah lokakarya di mana pejuang Jabhah Al-Nusra diklaim membangun drone dan gudang bahan peledak untuk mereka. Rusia juga mengakui menggunakan Su-35C untuk mengebom gudang, tempat para pejuang yang diklaimnya menyimpan MANPAD, sistem senjata yang digunakan untuk melumpuhkan musuh dengan menggunakan roket kendali.
Baca: Serangan Udara Rusia di Idlib Tewaskan 140 Warga Sipil
Serangan ini menewaskan sedikitnya 10 warga sipil dan lebih dari 20 orang luka-luka.
Setidaknya terdapat 24 serangan pertama dalam tiga minggu yang ditujukan ke Jisr al-Shughour di tepi barat Idlib pada Selasa (04/09/2018) pagi. Serangan itu berlangsung selama beberapa jam sebelum akhirnya reda sekitar pukul 7 malam waktu setempat, seperti dilaporkan Aljazeera, media berdomisili di Qatar.
Media asal Abu Dhabi The National menyebut, bahwa serangan itu juga terjadi beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan kepada presiden Suriah, Bashar Al Assad untuk tidak “menyerang sembarangan” kelompok oposisi terakhir di negara itu.
Trump menulis cuitan di Twitter yang mengatakan bahwa Rusia dan Iran akan membuat kesalahan besar dalam mengambil bagian dalam potensi tragedi kemanusiaan ini.
Terletak di dekat perbatasan Turki, Idlib adalah rumah bagi lebih dari 3 juta warga Suriah, banyak di antaranya melarikan diri dari kota-kota lain setelah serangan oleh pasukan rezim keji, Bashar al Assad.
Hampir dua pertiga di antaranya dikendalikan sekitar 30.000 pejuang Hayat Tahrir Al Sham (HTS).
Suriah baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meluncurkan serangan militer besar-besaran ke daerah tersebut, yang dikendalikan oleh berbagai kelompok oposisi bersenjata.
Pada hari Selasa, kepala kemanusiaan PBB Mark Lowcock memperingatkan bahwa serangan semacam itu akan mengarah pada “bencana kemanusiaan terburuk di abad ke-21”.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Iran Hassan Rouhani dijadwalkan bertemu di Teheran pada Jumat untuk pertemuan puncak trilateral di Suriah membahas masalah ini.
Pemboman Rusia ini mempertaruhkan nasib pertemuan antara Turki, Iran, dan Rusia yang bertujuan untuk menemukan alternatif terhadap serangan dalam skala besar.*