Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pemerintah Sebut 128 Warga NTB Terkena Malaria

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 September 2018 17:31 5:31 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 September 2018 17:31
Bagikan
Salah seorang ibu pengungsi korban gempa terbaring menjalani perawatan di Dusun Cupek, Sigar Penjalin, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin (13/08/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintah menyebut terdapat 128 warga Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang positif terkena malaria.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sigit Priohutomo, menyebut, 110 orang di antaranya merupakan hasil survei pemeriksaan massal (Mass Blood Survey/MBS) yang digelar Kementerian Kesehatan terhadap 3.779 orang sepanjang 26 Agustus 2018-14 September 2018.

“Sedangkan 18 penderita lainnya positif malaria namun bukan peserta survei,” ujar Sigit di Jakarta, Senin (17/09/2018) lansir Anadolu.

Sigit memetakan dua hal yang menjadi penyebab meningkatnya kasus malaria di Lombok. Pertama, Lombok merupakan wilayah epidemik malaria.

Kedua, tambah Sigit, ada perubahan pola perilaku masyarakat seiring bencana gempa yang terjadi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Banyak pengungsi yang kekurangan air bersih, kata Sigit. Mereka mencarinya ke sumber air seperti sungai dan waduk yang justru menjadi tempat berkembangnya nyamuk anopheles, sumber malaria.

Selain itu, ujar Sigit, jumlah penderita malaria meningkat pada Agustus-September, seiring datangnya musim penghujan.

Kasubdit Malaria Direktorat Pencegahan Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kementerian Kesehatan RI, Nancy Dian Anggraeni mengatakan di Lombok Barat, desa yang terjangkit malaria itu adalah Penimbung dan Meninting, Kabupaten Gunung Sari.

Kejadian bermula ketika pemerintah menemukan dua kasus malaria di Puskemas Penimbung pada 26 Agustus 2018.

Jumlah kasus kemudian meningkat, menurut Nancy, hingga menjangkiti bayi. Oleh karena itu, Bupati Lombok Barat menetapkan wilayahnya berstasus Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit malaria sejak 8 September 2018 lalu.

Di Indonesia, ujar Nancy, wilayah endemik malaria terutama ada di Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Papua Barat.

Di NTB, ungkap Nancy, Lombok Timur, Lombok Barat dan Lombok Utara merupakan wilayah endemis rendah penyakit malaria yang terkonsentrasi di sejumlah desa. Masih di NTB, wilayah endemis rendah malaria juga ada di Dompu, Sumbawa, dan Kabupaten Bima.

Sejauh ini, ungkap Nancy, terdapat tiga wilayah yang sudah bebas malaria di NTB yaitu Kota Mataram, Lombok Tengah, dan Kota Bima.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bimagempa Lombokgempa NTBKesehatanKLBKLB malariakorban gempaLombokMalariaNTBpengungsiSumbawa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Legislator Sesalkan Kebijakan Pemerintah Impor 1,1 Juta Ton Gula
Tulisan selanjutnya Pelajar di DKI Jakarta Deklarasi Setop Tawuran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Berita
31 Agustus 2026 22:46
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?