Hidayatullah.com– Ijtima Ulama Sumatera Selatan menunjukkan kepeduliannya terhadap musibah gempa dan tsunami yang menimpa masyarakat di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), maupun di Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, dan wilayah lain.
“Untuk itu Ijtima Ulama Sumatera Selatan mengimbau kepada seluruh ulama, kiai, habaib, pimpinan majelis taklim, dan umat Islam di seluruh tanah air juga segenap rakyat bangsa Indonesia untuk bahu membahu membantu korban gempa di Lombok, Palu, Donggala, dan wilayah lain terdampak gempa dan tsunami dalam bentuk penggalangan dana, pengiriman relawan terdidik, juga menggiatkan qunut nazilah sebagai bentuk kepedulian kepada saudara-saudara korban bencana,” bunyi salah satu dari 11 rekomendasi Ijtima Ulama Sumsel.
Baca: Ijtima Ulama Sumsel Tegaskan Hasil Ijtima Ulama Jakarta
Ijtima Ulama itu digelar di Grand Malaka Ethical Jalan Malak Bukit Sangkal, Palembang, Kamis (04/10/2018). Pimpinan sidang diketuai oleh Drs KH Solihin Hasibuan MPd, sekretaris sidang Habib Mahdi Muhammad Syahab, dan anggota terdiri dari Ahmad Iskandar Zulkarnaen Lc MAg, H Donny Meilano MSy, dan KH Ahmad Taufiq Hasnuri.
Dalam poin rekomendasi lainnya, Ijtima Ulama Sumsel mengajak kepada seluruh elemen bangsa secara kolektif untuk melakukan taubat nasional sebagai solusi Rabbani dalam menghadapi seluruh permasalahan Bangsa.
Baca: Tulisan “Kami Lapar, Butuh Bantuan” Bertebaran Pasca Tsunami
Di samping itu, Ijtima Ulama Sumsel meminta kepada segenap pemegang amanat kekuasaan pemerintahan saat ini untuk serius berusaha dan berupaya menjaga stabilitas ekonomi, menghentikan hutang yang membebani negara, mengurangi impor yang membunuh produk lokal juga mewujudkan mata uang bersama ASEAN maupun negara Muslim agar tidak terpengaruh dengan fluktuasi mata uang asing yang melemahkan ekonomi umat.
Ijtima Ulama pun mengimbau kepada segenap umat Islam untuk segera merapatkan barisan, bersatu dalam ukhuwah, mewujudkan kekuatan ekonomi yang mumpuni bagi umat Islam, juga memperkuat simpul-simpul tarbiyah dalam menghadapi upaya penghancuran moral dan akhlak generasi muda lewat narkoba, minuman keras, LGBT, seks bebas, dan sebagainya.* Anis
Baca: Pemerintah Harus Cepat Atasi Masalah Hunian Pengungsi NTB