Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Bertemu UAS, Din Syamsudin Bahas Persekusi dan Fitnah Anti Pancasila

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 November 2018 05:57 5:57 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 November 2018 05:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Di sela-sela jadwal yang padat, Prof. Dr. Din Syamsuddin, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dengan Ustadz Abdul Somad (UAS), di kediaman Jalan Margasatwa Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu (3/11/2018).

Pertemuan yang berlangsung selama lebih kurang satu jam ini, semula hanya dalam rangka silaturrahim. Namun seusai pertemuan, keduanya melayani pertanyaan awak media seputar kasus yang menimpa Ustadz kondang, UAS-panggilam akrab Ustadz Abdul Somad (UAS).

“Terkait dengan apa yang dialami Ustadz Abdul Somad, saya selaku pemangku amanat di Ormas Islam, khususnya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI, sangat prihatin sekali. Oleh karena itu, saya sangat berkeinginan bertemu UAS. Namun karena sama-sama sibuk, maka baru pada hari ini kami dipertemukan oleh Allah Subhanahu Wata’ala, di sela-sela dakwah beliau. Saya sangat senang sekali, atas singgahnya beliau ke rumah ini,” ujar Din mengomentari pertemuan semalam.

Mantan Utusan Khusus Presiden Bidang Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban ini juga menyinggung fitnah-fitnah yang sering dilontarkan ke umat Islam, misalnya  tuduhan anti Pancasila dan anti NKRI.

“Umat Islam sudah kenyang (dengan fitnah itu). Pada satu atau dua dasawarsa Orde Baru, umat Islam pernah mendapatkan fitnah, dituduh umat yang menentang Pancasila. Ini kan menyakitkan. Nah ini, terjadi lagi dalam bentuk lain. Dituduh anti Pancasila karena mengembangkan khilafah  dan lain sebagainya,” lanjut Din.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Kiai Shomad: Jangan Gampang Menuduh Anti Pancasila 

Din menerangkan,  khilafah  adalah ajaran Islam. Umat Islam tidak bisa  menafikkannya, dan itu ada pemahaman sendiri.

“Jangan lantas jika ada yang berbicara tentang khilafah , mengutip ayat Al Qur’an tentang khilafah, lantas dituduh anti Pancasila. Ini kekeliruan nalar yang saya sebut tadi itu,” imbuh Din.

Din mengaku sudah mengikuti apa yang disampaikan UAS, yang selama ini ia kenal seorang ahli menjelaskan tentang khilafah  dari Al Qur’an.

“Beliau menjelaskan dari pandangan Islam. Jadi saya pikir, umat Islam perlu bersyukur, karena dihadirkan setiap kurun waktu, ada da’i-da’i yang tampil sebagai pencerah pada masyarakat, dan itu saya kira sebagai misi keagamaan,  yang sesuai dengan amanat UUD 1945, dengan mencerdaskan kehidupan Bangsa. Maka, tolong jangan selalu dilihat secara politis,” tambah Din.

Terkait pertanyaan dari wartawan, apakah pernah menemui tokoh semisal Gus Yaqut, maka Din Syamsuddin menjelaskan bahwa dirinya belum sempat melakukannya. Namun, Chairman off CDCC (Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations) ini menjelaskan, bahwa pernyataan-pernyataannya selama ini, telah tersampaikan kepada yang bersangkutan.

“Saya berharap di kemudian hari, tidak terjadi lagi. Dan kepada Umat Islam saya harap perlu waspada, terhadap upaya yang ingin mengadudomba diantara kita. Cara mengadudombanya, sangat halus, dan sampai-sampai kita tidak merasakannya. Karena boleh jadi, dia masuk ke dalam diri kita, ke dalam kelompok-kelompok Islam, ke dalam ormas-ormas Islam, dan kemudian memprovokasi dari dalam secara halus,” terangnya.

Baca: UAS Diancam, MUI: Negara Harus Turun Tangan 

Taktik seperti itu, lanjut Din, sudah banyak dilakukan di tempat lain. Jika itu berhasil dan umat teradudomba, maka sesama umat Islam saling menolak, saling menjelekkan, saling menyalahkan, seolah paham keislamannya yang paling benar.

“Maka kepada umat Islam, kelompok Islam, ormas Islam, marilah kita berpegang teguh pada Islam, dan tidak perlu menyalahkan pemahaman orang lain. Sudahi saling  menyalahkan, jelek menjelekkan, apalagi terjadi tindak kekerasan, seperti persekusi, maka aksi reaksi akan terjadi, maka ini akan terjadi perpecahan di tubuh umat Islam,”pinta Din.

Din menyarankan  UAS untuk tidak melakukan reaksi, tapi tetap hati-hati karena menurutnya dunia saat ini berbuat benar pun bisa dikatakan salah, apalagi  bersikap salah.

“Perlu saya jelaskan bahwa persekusi itu adalah kewenangan polisi. Untuk urusan persekusi kita serahkan saja pada polisi dan pihak keamanan,” pungkasnya.*/Anis

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Din SyamsuddinKhilafahMuhammadiyahMUINKRIpancasilapersekusiUASUstad Abdul Somad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Patroli Gabungan Turki-AS di Manbij Dimulai
Tulisan selanjutnya 11 Anggota Keluarga Hilang Akibat Likuifaksi Palu Mengaku Ikhlas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?