Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Kekuatan Ekonomi Politik China Persulit Penyelesaian Kasus Uighur

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 Desember 2018 16:22 4:22 pm
Ahmad
Dipublikasikan 21 Desember 2018 16:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid mengatakan, pengaruh ekonomi dan politik China yang sangat kuat membuat penyelesaian kasus diskriminasi terhadap etnis Uighur menjadi sulit.

Setidaknya, kata Usman, terjadi kepada negara-negara di Asia Tenggara atau Asean yang tidak mempunyai daya untuk mendesak pemerintah China karena terpengaruh kekuatan ekonomi politik.

Misalnya, ia menyebut, Kamboja yang nana ketika mengembalikan 20 lebih orang Uighur ke China, pemerintah Kamboja mendapat mendapat bantuan $1,2 Milyar dari China. Kemudian juga Vietnam yang mendapat transaksi pembelian Kapal Selam kepada pemerintah China dengan harga bersahabat.

“Laos juga begitu. Jadi negara-negara Asena banyak mendapatkan kemudahan ekonomi dari pemerintahan China, sehingga mereka dengan sendirinya membantu proses pengembalian orang Uighur ke China,” ujarnya di Jakarta, Kamis (20/12/2018).

Wapres JK: Indonesia Prihatin Terhadap Muslim Uighur di China

Amnesty: Tuduhan Terorisme Atas Uighur Tidak Ditemukan Bukti

Padahal, terang Usman, dalam hukum Internasional, misalnya konvensi untuk pengungsi, ada prinsip yang disebut sebagai non-refoulement, dimana ketika menerima warga negara lain dan diminta mengembalikan oleh negara asalnya tetapi terancam oleh hukuman mati atau penyiksaan maka diwajibkan untuk menolak.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Nah yang terjadi di negara-negara Asean itu mengembalikan begitu saja, tanpa kesepakatan-kesepakatan bahwa orang ini tidak disiksa,” jelasnya.

“Jadi agak skeptis mengharapkan negara-negara Asean, kecuali mungkin Malaysia. Tapi sisa dari negara lainnya, apalagi Myanmar misalnya, kenapa pertanggungjawaban kasus Rohingya tidak bisa tersentuh di PBB karena pengaruh China yang sangat kuat mendukung Myanmar. Begitu juga Thailand. Jadi secara geopolitik agak berat negara-negara Asean mengambil tindakan,” pungkasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ASEANasiachinakomunispenindasan uighurRRCuighurxinjing
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Siang Ini Kedubes China Diserbu Massa
Tulisan selanjutnya Pemerintah Jangan Seolah-olah Bisu, Tuli, Buta Terhadap Uighur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?