Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Klaim Dubes China Terkait Penindasan Uighur

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Desember 2018 20:51 8:51 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Desember 2018 20:51
Bagikan
Muslim Uighur yang tertindas
Bagikan

Hidayatullah.com– Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian, menyampaikan klaimnya terkait penindasan terhadap etnis Muslim Uighur di China.

Xiao mengklaim situasi di Xinjiang, China, secara umum cukup baik di bidang ekonomi, sosial, politik.

“Masyarakat berbagai suku, termasuk suku Uighur, sangat menikmati kehidupan berbagai bidang dan menikmati kebebasan beragama,” klaimnya dalam konferensi pers usai bertemu dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Baca: Wantim MUI Minta Pemerintah China Undang Ormas Islam ke Xinjiang

Di sisi lain, klaim dia, masalah yang ia sebut “separatisme, terorisme, ekstremisme” selalu ada dan menjadi “ancaman besar bagi keamanan dan stabilitas sosial setempat”. Karena itu, pemerintah daerah otonomi Uighur, Xinjiang, melakukan yang disebut “deradikalisasi”.

“Salah satunya program pendidikan dan pelatihan vokasi,” klaimnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Dan program ini sangat sukses,” klaim Qian lagi.

Melihat masyarakat Indonesia sangat memperhatikan kondisi Xinjiang, ia mengaku bersedia meningkatkan komunikasi dengan berbagai kalangan masyarakat dan meningkatkan rasa saling percaya dan pemahaman antara dua pihak.

“Kami juga menyambut baik teman-teman Indonesia khususnya teman-teman dari Muhammadiyah untuk berkunjung ke Tiongkok untuk melihat bagaimana sebenarnya itu,” kata dia menawarkan.

Baca: IMM Demo Kedubes China: Lawan Pelanggaran HAM Uighur

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, memberikan masukan-masukan kepada Pemerintah China lewat Dubesnya.

Dengan tetap menghormati politik dalam negeri dan kedaulatan yang diakui PBB, Haedar meminta China menjadikan provinsi Xinjiang sebagai tempat yang terbuka untuk diketahui dan dikunjungi masyarakat internasional.

“Dengan keterbukaan itu, maka akan diketahui juga apa yang terjadi secara sesungguhnya,” terangnya dalam konferensi pers itu.

Baca: Dubes China Temui PP Muhammadiyah Bahas Uighur

Haedar juga meminta China —sebagai salah satu negara besar yang mempunyai kekuatan ekonomi dan diplomasi yang luas, menjadi pelopor untuk paradigma internasional yang melihat persoalan seperti Uighur dengan pendekatan yang komprehensif.

“Mengedepankan perdamaian, non-kekerasan, dan terciptanya nilai-nilai kemanusiaan secara bersama,” tegasnya.

Paradigma baru ini, lanjutnya, akan menjadi era baru juga buat dunia internasional.

“Kami juga punya pengalaman di Aceh dan Papua dimana hal seperti ini dilakukan dengan pendekatan damai, komprehensif, dan kompromistik,” tuturnya.

Baca: Muhammadiyah Minta China Kedepankan Kemanusiaan, Bukan Kekerasan

Haedar juga menyarankan China agar terus berdialog dengan berbagai komponen serta memperluas dan meningkatkan hubungan dengan dunia Islam. Agar menjadi bentuk paradigma baru hubungan antar negara besar dengan dunia Islam yang lebih mengedepankan pendekatan kesejahteraan, perdamaian, dan hidup dalam kebersamaan.

“Dengan semangat Asia Afrika tentu kita bisa membangun peran-peran ini ke depan,” ucapnya optimistis.

Baca: Solidaritas Ormas Islam Surabaya Tuntut China Setop Penindasan Uighur

Diberitakan sebelumnya, Partai Komunis China (PKC) atau Partai Komunis Tiongkok (PKT) kembali membuka program “Re-Edukasi” yang telah dihapuskan pada tahun 2013. Informasi yang telah beredar menyebut pembukaan program itu dilakukan oleh Sekretaris PKC Wilayah Xinjiang, Chen Quanguo.

Solidaritas Ormas Islam Kota Surabaya (SOLARIS) menilai, PKC telah menjadi ancaman serius terhadap keberlangsungan nilai-nilai keadaban dan tatanan internasional berdasar aturan.

Tindakan keras besar-besaran PKC pada tahun 2018 ini sungguh di luar batas kemanusiaan. Meliputi penangkapan intelektual independen, pemaksaan masyarakat sipil, serta tindak represi penganut agama dari semua jenis, termasuk Kristen, Buddha Tibet, Buddha China, Muslim Hui, serta Muslim Uighur di seantero pelosok China.

Baca: Ribuan Massa Geruduk Konjen China di Surabaya

Saat ini, masyarakat internasional meyakini ratusan ribu, dan bahkan mungkin lebih dari dua juta orang, telah terseret ke kamp penahanan massal di Turkistan Timur (Xinjiang) sejak April 2017. Dalih RRC bahwa upaya tersebut dilakukan untuk program “Re-Edukasi” dalam bentuk “Sekolah Vokasional” dinilai jelas merupakan dalih untuk menutupi aneka tindak kekerasan terhadap warga sipil. Lebih dari 12 bulan kamp-kamp ini tidak bersifat sementara. Lokasi ini sudah mirip kamp konsentrasi.* Andi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dubes Chinahaedar NashirMuhammadiyahMuslim Uighurpenindasan uighurPKCPP MuhammadiyahuighurXiao Qian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Muhammadiyah Minta China Kedepankan Kemanusiaan, Bukan Kekerasan
Tulisan selanjutnya Meski Tak Diterima Konjen China, Solaris Sampaikan 5 Tuntutan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Kajian

Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah

Kajian
15 September 2026 13:13
Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied
Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina
Anwar Ibrahim Serukan BRICS untuk Tolak Penjajahan dan Terorisme ‘Israel’
Maladewa Peringati 900 Tahun Memeluk Islam

Terbaru

  • LPPOM dan Balai POM DKI Dorong Industri Kosmetik Siap Hadapi Regulasi BPOM dan Halal
  • ‘Israel’ Dikabarkan Bagikan Intelijen Terkait Houthi ke Arab Saudi
  • Kemenag Tunjuk Basnang Said sebagai Dirjen Pesantren
  • Al-Azhar Kecam Serangan ke Arab Saudi, Minta Semua Pihak Tahan Diri
  • Berkedok ‘Melindungi Alam’, Organisasi Lingkungan ‘Israel’ Desak Zionis Kuasai Cadangan Air Palestina
  • Tembak Jatuh Drone Houthi di Dekat Mekkah, Saudi Tegaskan Tanah Suci sebagai “Garis Merah”
  • Ulama Sunni Iran Dibunuh, Pihak Berwenang Sebut Pelaku “Tentara Bayaran Zionis”
  • Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga
  • Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah
  • Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?