Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Muhajirin Rohingya Kembali Terdampar, Warga Aceh: Mereka Saudara Kita, sebagaimana Dunia Membantu Kita saat Tsunami

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Januari 2023 13:22 1:22 pm
Ahmad
Dipublikasikan 9 Januari 2023 13:30
Bagikan
Sebanyak 184 orang pria, wanita dan anak-anak Rohingya ditemukan di Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar, setelah terombang-ambil di laut selama 2 minggu (RTR)
Bagikan

Hidayatullah.com—Ahad siang (8/1/2023) dengan cuaca sangat terik muhajirin Rohingya kembali terdampar di Pantai Pesisir Aceh Besar. Sebanyak 184 orang pria, wanita dan anak-anak ini ditemukan di Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar, setelah terombang-ambil di laut selama 2 minggu.

Kedatangan muhajirin Rohingya ini berawal dari informasi beberapa pemancing di muara Kuala Gigieng Lambada Lhok Aceh Besar, saat melihat sebuah perahu merengsek ke bibir Kuala yang berisi manusia.

“Informasi itu secara cepat tersebar ke warga nelayan di Desa Lambada Lhok dan segera keluar rumah untuk membantu,” ujar Azwir Nazar, Direktur Cahaya Aceh kepada hidayatullah.com, Senin (9/12023).

“Salah satu nelayan bernama Adi Daod, menghidupkan boat-nya ingin menjemput saudara Rohingya yang katanya banyak Ibu Ibu dan anak anak,” tambah Azwir.

Arah angin yang cepat berhembus ke Timur, akhirnya boat nelayan ini menepi di tepian kanan Kuala Gigieng, berbatasan Lambada-Gp Baroe. Akhirnya warga pun berputar haluan masuk ke pantai di sela sela pohon cemara melalui Desa Lamnga dan menuju Gampong Baro, yang menjadi wilayah Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Karena akses yang jauh dengan pemukiman penduduk dan jalan Raya, terpaksa pengunjung harus berjalan kaki lebih 500 meter untuk sampai di tepi Kuala dan melihat muhajirin Rohingya.

Azwir Nazar, yang kebetulan warga Lambada Lhok dan dekat dengan kejadian segera ke lokasi bersama warga. Masyarakat dari Desa Lamnga, Gampong Baro dan sekitar melihat langsung muhajirin Rohingya tersebut.

“Alhamdulillah masyarakat kita walaupun berjalan kaki cukup jauh, tapi sangat antusias datang membantu. Mereka menunjukkan simpati. Walau tak bisa bahasa Rohingya, tapi menunjukkan kemanusiaan yang dalam” sebut mantan Presiden PPI Turki itu.

“Apakah Anda semua muslim? Tanya Azwir kepada muhajirin Rohingya yang diterjemahkan oleh Fairuz (25), salah seorang etnis Rohingya yang bisa Bahasa İnggris.

“Rohingya ini adalah saudara kita. Mereka teraniaya. Jadi kalau sudah terdampar begini, ada yang bisa dibantu, kita bantu. Atas dasar kemanusiaan. Bukan yang lain,” pinta Azwir yang didampingi pak Mukim Lamnga Tgk Wahidin.

184 orang pria, wanita dan anak-anak etnis Rohingya ini ditemukan di Ladong, Kecamatan Masjid Raya, Aceh Besar, setelah terombang-ambil di laut selama 2 minggu (Istimewa)

“Insya Allah kondisi mereka tadi siang kelihatan baik. Ada sekitar 184 orang. Anak anak sekitar 40 orang. Dan perempuan banyak yang bercadar,” sebutnya.

Temuan ini langsung ke Kadis Sosial Aceh. “Alhamdulillah Pak Kadis Dr Yusrizal merespon dengan cepat. Beliau berkoordinasi dengan Dinsos Abes,” sebut Azwir.

Azwir berharap, pemerintah bersama stakeholder dan lembaga international menemukan solusi permanen dan bermartabat atas muhajirin ini.

“Bagaimanapun mereka adalah manusia juga. Ingat dulu kita Aceh pernah mengalami masa konflik dan Tsunami. Berbondong-bondong bangsa di dunia tanpa melihat ras, etnis, agama datang membantu,” demikian pinta Azwir yang juga pengurus Lembaga Adat Laot Aceh.

Teraniaya di dunia

Sementara itu, Pj Bupati Kabupaten Aceh Besar Muhammad Iswanto menegaskan penampungan pengungsi Rohingya yang sudah dua kali terdampar ke wilayah tersebut hanya untuk misi kemanusiaan, dengan tetap mengacu pada regulasi yang berlaku.

“Terkait imigran Rohingya ini, Pemkab Aceh Besar hanya sebatas misi kemanusiaan dan kedaruratan,” kata Muhammad Iswanto, di Aceh Besar, dikutip Antara.

Sementara ini, warga Rohingta ini telah ditampung di UPTD Tuna Sosial milik Pemerintah Aceh di kawasan Aceh Besar bersama 57 rekan mereka yang sudah lebih dulu mendarat di kawasan tersebut.

“Kita telah berkoordinasi dengan Dinsos Aceh, dan telah diberikan izin untuk penampungan sementara di UPTD Dinsos Aceh itu,” ujar Iswanto.

Iswanto menyampaikan, pihaknya telah melaporkan terkait kedatangan imigran Rohingya tersebut kepada Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, serta ke Imigrasi Aceh, IOM dan UNHCR.

Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) mengatakan bahwa tahun 2022 sebagai salah satu tahun paling menghancurkan dalam hampir satu dekade bagi pengungsi Rohingya, yang telah lama dianiaya di Myanmar.

Selama bertahun-tahun, mereka melarikan diri ke negara tetangga seperti Thailand, Bangladesh, Malaysia dan Indonesia yang mayoritas Muslim.

Hampir satu juta Rohingya dilaporkan hidup dalam kondisi penuh sesak di Bangladesh, termasuk ratusan ribu orang yang melarikan diri dari penumpasan di bawah junta militer Myanmar pada 2017.

Bahkan, berbagai pihak menyerukan agar junta militer Myanmar diadili di Mahkamah Internasional (ICJ) karena melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kelompok hak asasi manusia telah mencatat peningkatan yang signifikan dalam jumlah pengungsi yang meninggalkan kamp di Bangladesh, namun tidak jelas apa yang mendorong langkah tersebut.

Banyak yang percaya pencabutan pembatasan Covid-19 di seluruh Asia Tenggara dapat mendorong mereka untuk mencoba nasib secara massal setelah hampir tiga tahun di bawah kendala ancaman virus corona.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AcehMuhajirin RohingyaPengungsi Rohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Universitas Muhammadiyah Riau Dirikan Pusat Rehabilitasi Narkoba dan Konseling Penyimpangan LGBT
Tulisan selanjutnya Larangan Hijab di India Karnataka 50 Persen Mahasiswa Muslim India Drop Out dari Universitas Negeri karena Larangan Hijab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?