Hidayatullah.com– Belakangan ini beredar info tak jelas sumbernya yang menyebut-nyebut penceramah asal Arab Saudi Syeikh Ali Jaber dan dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) mendukung Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres pada Pemilu 2019.
Info itu adalah hoax alias kabar bohong. Kepastian ini disampaikan Syeikh Ali Jaber yang menyayangkan adanya hoax tersebut.
“Sayang sekali banyak yang percaya hoax tanpa tabayyun,” ujarnya lewat akun Instagram terverifikasinya, @syekh.alijaber, tertanggal kemarin (28/12/2018).
Ia menilai karena perilaku mempercayai hoax tanpa tabayun itulah penyebab kaum Muslim “diam di tempat”.
“Itulah sebab kita umat Islam tidak bisa maju-maju, karena masih terlalu gambang di adu domba di antara kita,” jelasnya.
“Innalillahi wainna ilaihi raji’un,” lanjutnya.
Ia berharap dengan klarifikasi tersebut umat tidak lagi mempercayai hoax.
“Semoga info kami bisa menyadarkan kita supaya jangan percaya hoax,” pungkasnya lewat unggahan yang dalam pantauan hidayatullah.com hingga Sabtu (29/12/2018) pukul 14.23 WIB telah mendapat 138.406 tanda suka (likes).
Sebelumnya, pihak UAS juga telah menegaskan bahwa info “UAS dukung Jokowi” sebagaimana menyebar di media sosial termasuk lewat meme, adalah hoax.
Dalam meme yang sempat beredar ada tulisan: “Ustadz Abdul Somad Dukung Jokowi”, atau “Sependapat dengan TGB, Ustad Abdul Somad ikut dukung Jokowi 2 periode”.
“HOAX,” tegas pihak UAS lewat tulisan besar yang memblok kedua meme tersebut, sebagaimana disampaikan akun resmi @tafaqquhonline di Instagram, tanggal 26 Desember 2018.
Klarifikasi tersebut sebenarnya telah disampaikan UAS beberapa waktu lalu.
“Sudah pernah diklarifikasi di akun Instagram @ustadzabdulsomad sejak 20 Juli 2018,” jelasnya.
Penelusuran hidayatullah.com, dalam klarifikasi waktu itu, UAS menegaskan:
“”Ustadz Abdul Somad tidak pernah memberikan pernyataan apa-apa. Yang menyebarkan info ‘hoax’ suruh mereka carikan bukti”.
Setiap ada penggalan pernyataan UAS yang dibuat dalam bentuk ‘meme’, -kalau itu benar- pasti bisa ditemukan buktinya dalam bentuk video. Ada ribuan video UAS di Youtube yang bisa membuktikannya.
Mereka yang menyebarkan ‘hoax’ seperti ini, suruh mereka cari: • Di video yang mana UAS menyatakan demikian • Pada menit ke berapa • Kirimkan link sumber videonya.”*