Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ittihad Ulama Uighur: Kamp Konsentrasi untuk Cuci Otak Agar Tak Percaya Agama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Januari 2019 08:31 8:31 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Januari 2019 08:30
Bagikan
Delegasi Ittihad Ulama Uighur menghadiahkan jubah dan topi tradisional Uighur kepada FUI dan dikenalkan kepada pengurus yang paling sepuh, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DI Yogyakarta.
Bagikan

Hidayatullah.com– “Saya punya enam orang saudara perempuan di wilayah yang disebut Xinjiang. Saya tak tahu dimana mereka saat ini. Saya tak bisa kontak mereka sama sekali. Yang saya tahu hanya satu kakak perempuan saya, sejak 2016 dipenjara, divonis hukum penjara 9 tahun. Tidak ada tuduhan. Hanya karena shalat dan berjilbab.”

Demikian diungkapkan Dr Abdussalam Alim, dari Ittihad Ulama Uighur semalam, Sabtu (12/01/2019) saat bersaksi di hadapan 10 organisasi Muslimin di bawah Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Yogyakarta.

Pertemuan berlangsung di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta.

Baca: Etnis Uighur Berkisah Penyiksaan dan Pemerkosaan di ‘Kamp Cuci Otak’ China [1]

Delegasi Ittihad Ulama Uighur berkunjung ke Indonesia untuk menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas simpati dan persaudaraan yang ditunjukkan Muslimin Indonesia terhadap Muslimin Uighur yang sedang mengalami kedzaliman: kekejaman rezim komunis China.

Dr Syukri Fadholi, Ketua Presidium FUI Yogyakarta bertanya dalam pertemuan itu, “Apa rencana Ittihad Ulama Uighur menghadapi kedzaliman ini? Apa yang bisa kami lakukan untuk menolong?”

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dr Abdussalam menjawab, “Pemerintah Republik Rakyat China (Komunis) menyebarkan tuduhan bahwa Muslimin Uighur mau bikin negara baru, separatis. Kami hidup dan beribadah saja tidak bisa, apalagi berpikir mau bikin negara? Yang penting bagi kami saat ini adalah: bertahan hidup, bisa beribadah, hentikan kamp konsentrasi.”

Menurut pemaparan Ittihad Ulama Uighur, kamp-kamp seperti itu tersebar di berbagai wilayah China Daratan. Yang disekap dan dipaksa hidup di dalamnya bukan saja Muslimin Uighur, tapi juga kelompok etnis dan agama lain.

Kata Dr Abdurrahman, “Ideologi komunis yang dianut pemerintah China, menganggap semua agama sebagai candu yang memabukkan manusia. Karena itu semua agama harus dikendalikan.”

Baca: Uighur, Sang Korban Tiongkokisasi

Menurutnya, kamp-kamp konsentrasi itu dimaksudkan mencuci otak penghuninya untuk tidak lagi mempercayai agama.

Bulan November 2018 lalu, sejumlah rombongan diplomat negara-negara Muslim difasilitasi rezim komunis China berkunjung ke wilayah yang disebut Xinjiang (artinya: Wilayah Baru. Sebelum 1949 wilayah ini bernama Turkistan Timur).

Tujuan kunjungan itu untuk membantah tuduhan tentang adanya kamp-kamp konsentrasi. Dalam kunjungan itu kepada para anggota delegasi diplomat diperlihatkan kehidupan Muslimin Xinjiang yang “normal”.

Di tempat-tempat yang disebut “kamp konsentrasi” mereka dipertemukan dengan para penghuni yang disebut sebagai “peserta pusat-pusat pelatihan dan pendidikan” demi membekali mereka memasuki lapangan kerja.

Baca: Ulama Uighur: Angkat Isu Berhentikan Kamp Konsentrasi

Menurut Dr Abdussalam, “Pemerintah China mengklaim, pusat-pusat pelatihan itu untuk ketenagakerjaan. Pertanyaannya, kenapa ada penulis, dosen, ibu rumah tangga, bahkan rektor universitas ditangkap dan dipaksa hidup di kamp itu? Padahal mereka sudah bekerja untuk negara. Mereka punya pekerjaan. Ini kelihatan bohongnya.”

FUI Yogyakarta yang memayungi belasan organisasi Muslim, bertekad membantu Ittihad Ulama Uighur.

Demikian pula Angkatan Muda FUI yang beberapa perwakilannya hadir. Muhammadiyah, MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Teras Dakwah, dan berbagai organisasi lain tampak hadir.

Pertemuan itu hasil kerja sama FUI, Masjid Jogokariyan, dan Sahabat Al-Aqsha.* Sirajuddin Muslim

Baca: “Kejahatan Rezim China atas Uighur Melebihi Kekejaman Yahudi”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinakomunis ChinaMuslim Uighurpenindasan uighurTurkistan Timuruighurulama Uighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bukan Teroris, Kebocoran Gas di Toko Roti Guncang Paris
Tulisan selanjutnya Sudirman Said: Kampanye Prabowo-Sandi mulai Dintimidasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?