Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

“Kejahatan Rezim China atas Uighur Melebihi Kekejaman Yahudi”

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 12 Januari 2019 14:59 2:59 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 12 Januari 2019 15:00
Bagikan
Muhammad Amin (kiri) warga Uighur yang kini menetap di Istanbul, Turki.
Bagikan

SALAH satu pelajaran yang bukan kebetulan, saya dikumpulkan oleh Allah dengan para pelajar yang mayoritas dari negara yang sedang berkecamuk atau dijajah.

Setiap mereka punya cerita berbeda-beda. Ending-nya, betapa agama ini butuh perjuangan untuk mempertahankannya.

Salah seorang dari mereka, Muhammad Amin namanya. Berasal dari Turkistan Timur, negara mayoritas Muslim yang dijajah kemerdekaannya.

Bawaannya selalu ceria dan tersenyum, lembut, dan bersahaja. Tidak ada sedikit pun guratan kesedihan dari wajahnya.

Baca: Beijing Buat Undang-Undang Untuk “Chinaisasi” Ajaran Islam

Amin sangat menguasai ilmu bahasa Arab dan cabangnya. Ia disukai oleh semua masyaikh dan pelajar, bahkan orang Arab sendiri angkat topi untuk kemampuannya.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

“Engkau boleh mentarjihkan apa yang engkau mau,” kata pengajar Tathbiq Lughowi ketika berdebat i’rab kalimat.

Setiap hari, Amin menghabiskan waktu menghapal dan murajaah Al-Qur’an. Dialek bahasa Uighur yang berbeda jauh membuatnya perlu berjuang keras untuk menghapal dan memperbaiki bacaan.

Baca: Komunis China Tutup 3 Masjid Milik Etnis Muslim Hui

Namun, di balik ketenangannya, banyak pelajaran bagi siapa saja yang kurang mensyukuri nikmat Allah.

Amin hampir enam tahun mencari keselamatan di negeri orang, dideportasi dari Thailand, keluar dari Malaysia, terakhir terdampar mencari suaka di Turki.

“Sampai sekarang saya tidak pernah berkomunikasi dengan keluarga,” katanya pada saya suatu ketika.

Ya Rabb rasanya pingin menangis.

“Ibu saya berumur 66 tahun, tinggal berdua dengan anak saya. Semua keluarga laki-laki dipenjara, begitu juga istri saya. Tidak tahu bagaimana nasib mereka,” tuturnya.

Amin bercerita, bahwa kejahatan rezim China kepada umat Islam di Turkistan (Xinjiang) melebihi kekejaman Yahudi. Ironisnya, kekejaman panjang ini tertutupi dengan rapi.

Baca: Mengenal Para Ulama di Bumi Uighur

Beberapa masa rezim China berusaha membumihanguskan kaum Muslimin secara sistematis dan terencana. Seluruh akses internet diblokir. Sejak Amin berhasil lolos keluar Turkistan, tidak pernah bisa berkomunikasi dengan keluarga yang tersisa.

Ah, batinku. Terkadang ada kesulitan yang kita anggap terlalu besar, padahal belum apa apa.

Mungkin apakah kita yang terlalu manja ataukah dia yang terlalu berat ujiannya?

Bagi saya, enam bulan berpisah keluarga teramat berat rasanya. Sedangkan dia, Amin, harapan untuk pulang saja seperti tidak ada warnanya.

Muhammad Amin, semoga Allah mengangkat derajatmu di dunia dan di akhirat kelak! Aamiin!

Kisah ini diceritakan kepada hidayatullah.com oleh Muzhirul Haq, mahasiswa Indonesia, saat kuliah di Turki bersama Muhammad Amin.

Baca: Lieus Sungkharisma: Mestinya Jokowi Marah atas Kejadian di Uighur

“Baru-baru dia (Amin) SMS ana, komentar tentang demonstrasi di Indonesia mendukung Muslim Uighur. Dia bilang, ‘belum pernah dia dapati masyarakat paling lembut dan chare melebihi Muslim Indonesia,” tuturnya kepada hidayatullah.com penghujung bulan kemarin.

Amin menetap di Turki hingga saat ini. “Berarti delapan tahun sejak berhasil keluar belum ada kabar dengan keluarga.”

Apakah sampai saat ini sudah berhasil berkomunikasi dengan keluarga? “Belum berhasil, kabar dari beliau beberapa waktu lalu,” tutur Muzhirul Haq.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaMuslim Uighurpenindasan uighurTurkiTurkistan Timuruighurxinjiangyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Demi Dongkrak Laba Ford PHK Ribuan Pekerjanya di Eropa
Tulisan selanjutnya Aktivis HAM Khawatir TGPF Kasus Novel Hanya untuk Jawaban Debat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?