Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Fadli Kritik Pemerintah Mencla-Mencle Mengenai Ustadz Abu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Januari 2019 07:00 7:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Januari 2019 07:00
Bagikan
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon pada diskusi bertema 'War on Hoax' di Aula Masjid Abu Bakar Ash Shidiq, Jakarta, Sabtu (10/03/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon memandang upaya pembebasan Ustadz Abubakar Ba’asyir (ABB) jelas-jelas sebuah manuver politik yang dilakukan capres pasangan 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Menurut Fadli, kepentingan politik itu terasa jelas tatkala Yusril Ihza Mahendra datang kepada Ustadz ABB di Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat sebagai penasihat hukum pasangan capres-cawapres 01.

“Saya kira jelas manuver politik, tadi disampaikan (oleh kuasa hukum Ba’asyir) bahwa Yusril datang sebagai tim penasihat hukum paslon 01, ini berarti langkah politik untuk pilpres. Berarti urusannya elektabilitas, bukan hukum dan kemanusiaan,” kata Fadli di kantornya, Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (23/01/2019) kutip Indonesiainside.id.

Baca: Iim: Ustadz Abubakar Belum Diizinkan Pulang ke Solo

Fadli juga mengkritik sikap pemerintah yang disebutnya mencla-mencle mengenai kepastian kebebasan Ustadz ABB. Terlebih jika sikap itu muncul setelah ada protes dari negara asing, salah satunya Australia.

“Ini menunjukkan tidak ada kedaulatan pemerintah harusnya iya-iya atau tidak-tidak, Tidak boleh ada pihak asing yang mengintervensi apapun keputusannya,” imbuh Fadli.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah menegaskan soal kedaulatan negara yang tidak bisa diintervensi negara lain, termasuk keberatan Australia sebagai pertimbangan untuk pembebasan bersyarat Ustadz ABB.

Baca: Media Asing Sebut Ustadz Abu Batal Bebas karena Tekanan Australia

“Kita tidak mempertimbangkan keberatan atau tidak keberatannya negara lain. Sama dengan Australia juga berpendapat tidak menjadikan protes Indonesia soal Yerussalem itu bahwa harus sepenuhnya diikuti, kan tidak juga. Jadi sama juga permintaan kita soal Yerussalem agar tidak diakui, tapi dia tetap akui,” ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (22/01/2019).

Keputusan resmi pemerintah saat ini ditunggu untuk memastikan rencana pembebasan Ustadz ABB.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abubakar Ba'asyirDPR RIFadli ZonJoko widodomencla-mencleNgrukiUstadz Abu Bakar BaasyirUstadz Abubakar Baasyir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya WikiLeaks: Jaksa Amerika Menekan Saksi untuk Memberatkan Assange
Tulisan selanjutnya Hong Kong Pidanakan Penista Lagu Kebangsaan China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?