Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Komisi Dakwah MUI Dukung Tabligh Akbar UAS di Amsterdam

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Oktober 2019 16:16 4:16 pm
Ahmad
Dipublikasikan 9 Oktober 2019 16:16
Bagikan
Ustad Fahmi Salim, LC, MA
Bagikan

Hidayatullah.com– Dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) baru-baru ini mendapat penolakan oknum tertentu untuk mengisi tabligh akbar di Amsterdam, Belanda. Dakwah UAS itu rencananya digelar pada Kamis-Jumat (17-18/10/2019).

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dr Fahmi Salim menyatakan, penolakan tersebut tak perlu terjadi.

Sebab, terangnya, materi yang akan disampaikan UAS dalam rangka menyerukan perdamaian dunia.

Fahmi pun mendukung dakwah UAS di negeri kincir angin tersebut.

“(Penolakan) ini tindakan yang merusak persatuan bangsa karena tema tabligh akbar bersama UAS tentang hakikat aswaja dan pesan perdamaian untuk Eropa dan dunia. Tema ini sangat penting,” ujar Fahmi kepada hidayatullah.com, Selasa (09/10/2019).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Apalagi, kata Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah ini, ceramah UAS tersebut akan disampaikan di negara yang menjunjung tinggi kebebasan dan demokrasi.

“Ustadz Abdul Somad akan mendakwahkan ajaran Islam ke benua Eropa dengan membawa pesan damai, menjelaskan posisi aswaja bagi perdamaian dunia. Ini kan sangat penting,” ujarnya kembali menekankan.

Fahmi juga menyarankan kepada pihak penolak agar melakukan klarifikasi terhadap pihak UAS supaya tidak menimbulkan provokasi. Apalagi Belanda merupakan negara yang menganut paham kebebasan berpendapat.

Fahmi mengatakan, hak kebebasan berbicara juga dijamin oleh hukum internasional, apalagi dalam konteks Islam sebagai pembawa kasih sayang bagi semesta alam.

Fahmi pun menilai bahwa UAS adalah dai yang baik, yang insya Allah dimuliakan dan diridhai Allah, karena tidak takut dengan celaan para pencela.

Fahmi juga mendukung dai kondang asal Asahan, Sumatera Utara itu tetap istiqamah melanjutkan dakwahnya.

“Jalan terus, UAS. Kalau ada kerikil dakwah ini anggap saja sebagai hiburan, sebagai karunia Allah. Allah akan tinggikan derajat para dai yang bersabar dan istiqamah di jalan Allah,” pesannya.

Sebelumnya diketahui, mencuat penolakan oleh suatu kelompok di media sosial atas rencana tabligh akbar yang akan diisi UAS di Amsterdam, Belanda.

Dalam komentar dan meme yang beredar di media sosial pantauan hidayatullah.com beberapa hari ini, pihak yang menolak menuding UAS selama ini melakukan provokasi lewat ceramahnya. Mereka juga menuduh UAS radikal dan terkait ormas terlarang.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmsterdamBelandadakwahdakwah UASFahmi SalimMUIUASUstadz Abdul Somad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sertifikasi Halal Berimplikasi Positif bagi Ekonomi Bangsa
Tulisan selanjutnya 87 Pengungsi Kembali ke Wamena, Pemerintah Jamin Keamanan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer

Berita
11 Juli 2026 11:43
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya

Terbaru

  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?