Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Wapres Ma’ruf Minta Waspadai “Virus” Ketidakpuasan terhadap Pemerintah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 November 2019 10:48 10:48 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 November 2019 10:48
Bagikan
kesehatan syariah
Wapres Ma'ruf Amin
Bagikan

Hidayatullah.com– Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta untuk mewaspadai yang disebutnya “virus” ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah. Menurut Wapres Ma’ruf, virus discontent atau ketidakpercayaan dari masyarakat terhadap pemerintah harus diwaspadai, supaya tidak memicu ketidakstabilan pemerintahan di suatu negara.

“Pentingnya kita mewaspadai dan mengantisipasi timbulnya virus discontent, virus ketidakpuasan masyarakat yang bisa memicu keadaan yang tidak stabil,” sebut Wapres Ma’ruf dalam pidato kuncinya pada acara Seminar Sekolah Peserta Sespimti Polri Dikreg Ke-28 di Grand Ballroom The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Jumat (08/11/2019) kutip Antaranews.

Wapres Ma’ruf menilai, gelombang ketidakpuasan masyarakat terhadap penguasa sudah muncul di beberapa negara, antara lain di Hong Kong, Chili, dan Lebanon.

Menurut Wapres Ma’ruf, ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah itu pun pun tidak tertolong dengan penerapan kebijakan seperti perombakan kabinet sampai mundurnya pemimpin di negara-negara itu.

“Di Chili, padahal masalah yang timbul hanya kenaikan transportasi umum. Bahkan ketika reshuffle kabinet itu juga tidak menyelesaikan masalah,” sebutnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Begitu pula di Hong Kong, tambahnya, sumber masalahnya soal HAM, masalah ekstradisi. Tapi sampai sekarang sudah lebih dari satu bulan demonstrasinya terus berlanjut dan ekonominya lumpuh.

Sementara di Lebanon, gelombang ketidakpuasan masyarakat memaksa Perdana Menteri Saad al-Hariri mundur dari jabatannya. Akan tetapi, keputusan itu pun belum menyelesaikan persoalan di negara ini.

“Oleh karena itu, masalah virus discontent menurut saya harus diwaspadai, diantisipasi, supaya tidak terjadi seperti yang di Chili, Hong Kong, maupun Lebanon, sehingga kita bisa menjaga stabilitas bangsa dan negara,” sebut Wapres.

Wapres Ma’ruf dijadwalkan akan ke Chili pada Senin (11/11/2019) dalam rangka menghadiri pertemuan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), namun batal berangkat karena Pemerintah Chili menunda pelaksanaan pertemuan itu.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chiliHong KongJokowi-Ma'rufLebanonMa'ruf Aminpemerintahvirus discontentWapres
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perlu Komitmen Negara-negara Muslim Entaskan Kemiskinan Lewat Zakat
Tulisan selanjutnya Pimpinan MPR Dukung Pertemuan Pemuda Islam dari 57 Negara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?