Hidayatullah.com– Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur mendesak penceramah Ahmad Muwafiq mencabut semua pernyataanya terkait fisik Nabi Muhammad dan segera bertaubat.
“Meminta Saudara Muwafiq untuk segera menarik ucapan-ucapannya tersebut serta mentaubatinya,” demikian pernyataan sikap Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri dalam pernyataan yang dikirim ke hidayatullah.com, hari Jumat (06/12/2019).
Pernyataan yang dibuat hari Rabu (04/12/2019) ini ditandatangani Pengasuh PP Sidogiri, KHA Nawawi Abd Djalil dan Majelis Keluarga PP Sidogiri; (KHA. Fuad Noerhasan), KH. Abdulloh Syaukat Siradj, H. Bahruddin Thoyyib dan d. Nawawy Sadoellah.
Pernyataan ini dibuat setelah mengkaji ceramah dai yang dikenal melalui Youtube itu karena dinilai mengandung unsur-unsur yang terkesan merendahkan kemuliaan Nabi ﷺ.
Di antara kalimat-kalimat yang menjadi perhatian PP Sidogiri adalah; Nabi ﷺ lahir biasa-biasa saja, tidak bersinar; saat kecil rembes, tidak terlalu terurus karena ikut kakeknya; kesenengannya bermain ke sana-kemari sehingga tidak sekolah akhirnya tidak bisa baca tulis; jika saat itu ada jambu maka beliau akan mencuri jambu itu.
“Penjelasan tabayyun yang dilakukan oleh Saudara Muwafiq setelah ramainya ceramah tersebut tidak mengandung pernyataan menarik ucapannya dan bertaubat dari kesalahan itu,” tulis pernyataan itu.
Pesantren Sidogiri juga kecewa melihat sebagian umat Islam yang masih memberikan pembelaan atas Muwafiq yang dinilai Pesantren Sidogiri tidak menjaga adab dan terkesan merendahkan pribadi Rasulullah ﷺ.
“Mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ, tidak melakukan pembelaan kepada siapapun yang merendahkan martabat beliau, dengan senantiasa berpegang tegung pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah serta tidak fanatik buta dalam pembelaan maupun membenci figur tertentu.”
Lebih jauh, PP Sidogiri mengimbau umat Islam tetap menjaga persatuan umat, kepatuhan terhadap hukum agama dan negara, serta tetap tegas dalam menolak segala penyimpangan dan penodaan agama.*