Hidayatullah.com– Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyatakan akan memeriksa pegawai yang mengundang ulama kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) berceramah di KPK.
Sikap Ketua KPK tersebut dipertanyakan oleh Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) yang juga politisi PKS.
HNW pada Kamis (21/11/2019), mengatakan bahwa UAS dalam ceramahnya di kompleks Gedung KPK, Jakarta, pada Rabu (20/11/2019) justru menguatkan mentalitas jajaran KPK.
Katanya, UAS juga mendukung upaya pemberantasan korupsi.
“Ustadz Somad isi tausiah di KPK; kuatkan mentalitas jajaran KPK, dukung pemberantasan korupsi, dan itu bisa jadi ibadah. Tapi kenapa yang mengundang akan diperiksa?” ungkap HNW lewat kicauannya melalui akun Twitter resminya, pantauan hidayatullah.com, Kamis siang.
HNW pun menginformasikan bahwa dai kondang asal Asahan, Sumatera Utara itu, sebelumnya pernah diundang berceramah oleh Mahkamah Agung (MA), Mabes TNI, MPR RI, dan lain sebagainya.
“Dan semua baik-baik saja,” imbuh HNW.
Menurut HNW, daripada memeriksa panitia pengundang UAS berceramah dukung kinerja KPK, lebih pas kalau KPK jelaskan ke publik, bagaimana progres KPK urusi masalah dana pengembang reklamasi Rp 30 miliar untuk Teman Ahok.
Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut bahwa akan memeriksa pegawai yang mengundang UAS ceramah di KPK. Walaupun tidak mempertanyakan UAS, akan tetapi Agus menyebut sosok UAS yang dianggap kontroversial menjadi pertimbangan tersendiri.
“Nanti kepada pegawainya (yang mengundang) kita periksa,” sebut Agus di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (20/11/2019) kutip Tempo.co.
Menurut Agus, pihak yang mengundang UAS bukanlah KPK langsung. Di tubuh KPK, katanya ada organisasi keagamaan yang memilih mendatangkan UAS untuk mengizi kajian zuhur.
Pada malam sebelum acara, Agus mengaku telah mendapatkan laporan mengenai acara tersebut. Agus pun mengatakan telah memperingatkan agar penceramah diganti. “Malamnya kita diberitahu ada UAS mau kajian zuhur. Kita juga sudah jangan, jangan diundang,” sebutnya.
Menurut Agus, ia tidak mempertanyakan kapasitas UAS sebagai dai. Akan tetapi, rekam jejaknya belakangan yang disebut menuai kontroversi merupakan catatan sendiri bagi KPK.
“Kami mengharapkan kalau yang khutbah di KPK itu orang yang inklusif, orang yang tidak berpihak pada aliran tertentu. Harapan kita semuanya begitu,” sebut Agus yang masa jabatannya sebagai pimpinan KPK sebentar lagi berakhir pada Desember 2019.
UAS dalam ceramahnya saat mengisi kajian zuhur di Masjid Al-Ikhlas, gedung KPK di Jakarta, Selasa (19/11/2019), menyampaikan perihal integritas dalam kaitannya hubungan kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan manusia.*