Hidayatullah.com– Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jabodetabek dan Lebak (Banten) sejak awal tahun telah surut. Namun demikian, dampak banjir masih dirasakan terutama oleh para pengungsi korban banjir.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo mengatakan, sebagian masyarakat sudah mulai kembali ke rumah masing-masing.
Sehingga, terjadi penurunan jumlah pengungsi pada beberapa titik pengungsian di wilayah Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Lebak.
“Sampai saat ini terdapat 127 titik pengungsi antara lain di Kota Bekasi 75 titik, Kabupaten Bogor 27 titik, Kota Tangerang Selatan 1 titik, Jakarta Timur 1 titik, Jakarta Barat 5 titik, Jakarta Selatan 3 titik, Jakarta Utara 1 titik, Kabupaten Lebak 8 titik dan Kota Depok 6 titik,” ujar Agus dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (06/01/2020).
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, genangan banjir di Jabodetabek terus surut dan pada beberapa wilayah di DKI Jakarta, Kabupaten Lebak, Kota Bogor, dan Kota Depok sudah tidak ada genangan air.
Genangan banjir yang telah surut di Kabupaten Bekasi 20-30 cm, Kota Bekasi 20-60 cm, Kabupaten Bogor 20-30 cm, Kota Tangerang 10-300 cm, dan Jakarta Barat 20-150 cm.
Meskipun genangan banjir pada beberapa wilayah telah surut, masyarakat tetap diimbau untuk selalu waspada.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem dengan curah hujan yang tinggi masih akan berlangsung sepekan ke depan.
Masyarakat diimbau untuk bergotong royong dalam melakukan pembersihan pada daerah-daerah resapan dan aliran air untuk mengantisipasi volume air yang meningkat ketika hujan turun.
“Pemerintah Daerah, BPBD dan masyarakat diharapkan terus aktif dalam memantau informasi cuaca dari BMKG serta informasi dari BNPB terkait banjir Jabodetabek dan sekitarnya,” ujarnya.*