Hidayatullah.com– Founder ESQ Ary Ginanjar Agustian menilai KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) sebagai sosok yang istimewa yang punya tiga kecerdasan sekaligus. Apa itu?
“Beliau (Gus Solah) adalah tokoh istimewa yang mempunyai tiga kecerdasan IQ, EQ, dan SQ,” ujar Ary Ginanjar pada Senin (03/02/2020) saat sedang mempersiapkan pertemuan yang akan dilaksanakan di Menara 165 dalam pernyataannya diterima hidayatullah.com di Jakarta.
Ary mengatakan, Gus Solah memiliki tiga kecerdasan yang lengkap baik IQ maupun EQ dan SQ. Sebagai arsitek dan alumnus dari Institut Teknologi Bandung, Gus Solah jelas memiliki kecerdasan intelektual (IQ/intelligence quotient) yang tinggi.
Gus Solah dinilainya sangat gigih memperjuangkan hak asasi dan martabat kemanusiaan yang membuktikan Gus Solah memiliki kecerdasan emosi (EQ/emotional quotient) yang kuat.
“Dalam hal spiritualitas (SQ/spiritual quotient) tentu tak diragukan lagi, Gus Solah dididik langsung sejak kecil setiap hari oleh sang ayah, KH Wahid Hasyim, hingga kemudian mampu memimpin Pondok Pesantren besar,” tuturnya.
Ary mengaku turut merasa kehilangan dan berduka atas wafatnya Gus Solah. Kepergian almarhum, kata Ary, selain menorehkan duka, juga kesan mendalam di hati banyak orang.
Ary menilai bangsa Indonesia kehilangan sosok teladan yang memiliki keistimewaan tersebut. “Bangsa kita kehilangan sosok teladan yang mampu mewakili hati dan perasaan masyarakat,” ujarnya.
Ary menilai, sosok seperti Gus Solah sangatlah berarti bagi bangsa Indonesia saat ini. Begitu banyak permasalahan bangsa ketika tidak menggunakan kecerdasan emosi dan spiritual.
“Di tengah suasana orang yang tak lagi mendengar suara hati, diperlukan kemampuan merasa atau EQ dan kemampuan menghidupkan suara hati atau SQ. Gus Solah punya kecerdasan emosi yang sensitif dan terbimbing oleh kecerdasan spiritualnya. Selamat jalan Gus Solah,” pungkasnya.*