Hidayatullah.com- Sebanyak tiga masjid-mushalla dibangun di Pulau Banyak, Aceh Singkil, pulau terluar di Samudera Hindia. Pembangunan oleh Forum Dakwah Perbatasan ini untuk memudahkan masyarakat di Pulau Banyak menunaikan shalat berjamaah.
Tiga rumah ibadah itu adalah Masjid Al Hidayah yang dibangun di Gampong Ujung Sialit, Masjid An Nur di Gampong Suka Makmur, dan Mushalla Al Huda di Dusun Liang Liang, Gampong Teluk Nibung.
“Ketiga rumah ibadah tersebut mampu menampung jamaah puluhan hingga 200 orang. Pembangunan masjid dan mushalla tersebut dilaksanakan dalam waktu berbeda untuk memudahkan pengawasan,” ujar Ketua Forum Dakwah Perbatasan Nurkhalis di Banda Aceh, Ahad kemarin dimuat Antara.
Katanya, masjid dan mushalla itu dibangun supaya masyarakat memiliki tempat ibadah yang layak untuk menunaikan shalat wajib berjamaah lima waktu.
Selama ini, katanya, masjid dan mushalla yang ada, sudah lama dalam kondisi rusak serta tak bisa digunakan lagi.
“Dana pembangunan dua masjid dan satu mushalla tersebut berasal dari infaq, sedekah, dan wakaf para dermawan yang disalurkan melalui Forum Dakwah Perbatasan. Totalnya mencapai Rp 418 juta,” sebutnya.
Selain digunakan umat Islam untuk shalat berjamaah, masjid dan mushalla ini juga digunakan dalam kegiatan pendidikan agama bagi anak-anak di Pulau Banyak, juga tempat bermusyawarah masyarakat di situ.
Nurkhalis mengatakan, pembangunan masjid dan mushalla itu merupakan usaha bersama dan partisipasi aktif mengawal dan membina masyarakat serta meningkatkan syiar Islam di pulau terluar.
“Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi para dermawan yang telah membiayai pembangunan masjid dan mushalla di Pulau Banyak,” ujarnya.*