Hidayatullah.com– Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Din Syamsuddin yang juga tokoh Muhammadiyah menyerukan pemerintah untuk menyatakan Indonesia darurat virus corona jenis baru (Covid-19).
“Adalah cukup beralasan bagi pemerintah Indonesia untuk menyatakan Indonesia Darurat Wabah Corona,” ujar Din Syamsuddin dalam pernyataan tertulisnya kepada media pada Kamis (12/03/2020).
Oleh karena itu, Din meminta pemerintah perlu memperketat pengawasan arus masuk manusia melalui semua pintu ke dalam wilayah Indonesia dari mancanegara, khususnya dari negara sumber virus corona.
Din menilai hal itu perlu dilakukan dalam upaya mencegah wabah virus corona yang diketahui bermula dari Kota Wuhan di China itu.
Din menyatakan bahwa Covid-19 telah menjadi pandemi dunia dengan merenggut sekitar 4.500 orang serta menjangkiti lebih dari 120 ribu orang di dunia, bahkan telah masuk ke Indonesia.
Kata Din, menyadari bahwa persebaran virus corona merupakan krisis dunia dan wabah yang mendunia (pandemi), maka semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat, perlu meningkatkan rasa keprihatinan tinggi.
Juga harus bersikap jujur dan terbuka, menyadari bahwa krisis ini sebagai musibah besar alias tidak menganggapnya sepele.
Selain itu, Din menyerukan kepada keluarga besar bangsa Indonesia agar bersatu padu, meningkatkan solidaritas kebangsaan dalam menghadapi dan mencegah persebaran wabah virus corona di seluruh penjuru Indonesia.
Din yang juga tokoh organisasi lintas agama ini mengajak keluarga besar bangsa, terutama umat beragama, agar semakin mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah Subhanahu Wata’ala, memperbanyak doa memohon perlindungan dariNya.
“Agar tidak menurunkan adzab yang melampaui batas kemampuan manusia mengatasinya,” imbuhnya.
Baca: Cegah Covid-19, PBNU Tunda Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2020
Din pun menegaskan bahwa ikhtiar manusiawi juga perlu dilakukan ikhtiar. Yaitu lewat pendekatan ilmu pengetahuan dan tekhnogi dalam mencegah dan mengatasi persebaran virus corona lebih luas lagi.
Ikhtiar tersebut, jelasnya, yakni dengan memasang alat deteksi dini, terutama pada tempat-tempat umum. Begitu pun, warga masyarakat perlu berupaya untuk menjaga kesehatan bersama dengan menghindari langkah yang walaupun baik tapi dapat menularkan virus, seperti bersalaman secara tidak hyginis.
“Tidaklah mengurangi keakraban jika, untuk sementara waktu, bersalaman tanpa menyentuh tangan,” sebutnya.
Din juga meminta kepada seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, agar mengerahkan segala daya dan upaya, seperti membuka sarana pemeriksaan kesehatan baik rumah sakit maupun pusat kesehatan masyarakat lainnya. Serta menyediakan masker pelindung, menyediakan obat pembersih tangan (hand sanitizer).
Perlu juga dikembangkan pengobatan tradisional dengan memanfaatkan sumber daya nabati yang ada di Indonesia.* (SKR)