Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ketua Muhammadiyah: Pemerintah Benar-benar Terjepit Hadapi Covid-19

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 21 Maret 2020 19:43 7:43 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 21 Maret 2020 19:43
Bagikan
Anwar Abbas, Ketua PP Muhammadiyah yang juga Seken MUI, di Kantor MUI, Jakarta, Kamis (26/12/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas menilai bahwa pemerintah Indonesia sedang dalam keadaan terjepit karena pandemi virus corona jenis baru (Covid-19).

“Pemerintah saat ini benar-benar terjepit,” ujar Anwar dalam pernyataannya yang disampaikan sebagai bahan renungan diterima hidayatullah.com di Jakarta, Sabtu (21/03/2020).

Anwar mengatakan, pada satu sisi pemerintah harus melindungi ekonomi rakyatnya. “Untuk itu sudah semestinya pemerintah memberi kebebasan yang penuh kepada rakyat untuk melakukan mobilitas dan beraktivitas,” imbuhnya.

Tetapi di sisi lain pemerintah juga harus bisa menjaga dan melindungi kesehatan dan jiwa rakyatnya. “Cuma sekarang masalahnya pemerintah berhadapan dengan wabah virus corona yang penularannya sangat cepat,” lanjutnya.

Baca: Pintu Masuk ke Indonesia Harus Diperketat Cegah Covid-19

Anwar menambahkan, cara mengatasi Covid-19 tentu sangat tidak mudah apalagi obatnya yang sudah benar-benar teruji dan mujarab belum ada. Yang sangat mungkin dilakukan yaitu memutus rantai penularannya dengan cara lockdown, dimana rakyat diisolasi dan dilarang untuk keluar rumah minimal 14 hari.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Tapi cara ini mengandung banyak masalah terutama bagi mereka yang pendapatannya rendah dan pas-pasan. Kebijakan ini tentu akan sangat merugikan dan menyulitkan mereka,” ujarnya.

Sebab, lanjutnya, mereka yang pendapatannya rendah dan pas-pasan, dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga justru dengan bekerja di luar rumah. “Dan pendapatan mereka boleh dikatakan dapat pagi di makan siang dapat siang dimakan malam,” imbuhnya.

Lantas, sambung Anwar, seandainya mereka harus diisolasi selama dua pekana, bagaimana caranya mereka memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Mungkin saja ada orang dan pihak yang pekerjaannya tidak terlalu terganggu kalau kebijakan (lockdown) itu diterapkan. Tapi sangat banyak orang yang akan menghadapi masalah bila kebijakan itu dilaksanakan,” tambahnya.

Baca: Pemerintah: Covid-19 Bisa Sembuh Sendiri Dengan Peningkatan Imunitas

Jika situasinya sudah seperti ini, maka timbul pertanyaan bagi Anwar, apakah pemerintah akan memilih menyelamatkan ekonomi rakyat dan mengorbankan manusianya atau menyelamatkan manusianya dan mengorbankan ekonominya?

“Tentu saja negara dan pemerintah harus menyelamatkan kedua-duanya,” ujarnya.

Tapi, kalau situasi meminta pemerintah untuk memilih salah satunya, maka ia mengatakan, tentu pemerintah harus menyelamatkan jiwa rakyatnya terlebih dahulu daripada ekonominya.

“Sebuah pilihan yang sulit memang tapi harus dibuat dan dilakukan agar negeri ini bisa pulih dan normal kembali seperti semula,” ujarnya.

Akan tetapi, masih kata Anwar, yang menjadi pertanyaan berikutnya, siapkah pemerintah untuk menggelontorkan dana bagi membantu mereka-mereka yang hidupnya susah tersebut?

“Jawabnya tentu harus bisa. Caranya, yaitu dengan menunda pembangunan yang bisa ditunda dan mengalokasikan dananya untuk menyelamatkan jiwa rakyatnya. Pilihan ini memang pahit dan sulit tapi mungkin itulah yang terbaik untuk kita lakukan sebagai satu bangsa,” pungkasnya.

Baca: Ketua DPR: Penanganan Covid-19 Belum Tampak Nyata, Negara Harus Hadir Betul

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Indonesia. Tim ini diketuai oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo.

Jokowi membentuk gugus tugas ini berdasarkanan Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 2020 yang ditandatangani pada 13 Maret 2020.

Gugus tugas itu berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.

Tim ini bertujuan antara lain meningkatkan ketahanan nasional di bidang kesehatan; mempercepat penanganan virus corona melalui sinergi antarkementerian/lembaga dan pemerintah daerah; meningkatkan antisipasi perkembangan eskalasi penyebaran Covid-19; meningkatkan sinergi pengambilan kebijakan operasional; meningkatkan kesiapan dan kemampuan dalam mencegah, mendeteksi, dan merespons terhadap Covid-19.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anwar Abbascovid-19Gugus Tugas Covid-19lockdownMuhammadiyahvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengoperasikan Iman kepada Taqdir Allah
Tulisan selanjutnya Jumatan Masih Tegak di Depok

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?