Hidayatullah.com– Kasus tiga pemuda-pemudi dalam video yang memplesetkan lagu Aisyah Istri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berujung di kepolisian. Kasus yang viral ini mengundang reaksi kecaman masyarakat.
“Semua (warga) minta pelakunya ditangkap,” ujar Khusnul warga Gorontalo kepada hidayatullah.com, Jumat (08/05/2020).
Sebagaimana diketahui, ketiga pelaku, AAR (21), RA (21), dan FYA (19), diciduk polisi setelah video tersebut viral di media sosial, Kamis (07/05/2020).
Berdasarkan info dihimpun media ini, ketiganya adalah warga Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.
Baca: Plesetkan Lagu Aisyah Istri Rasulullah, Pemuda ini Tuai Kecaman
Video tersebut dinilai menistakan Nabi Muhammad, sebab sejumlah lirik pada lagu Aisyah diganti dengan kata atau kalimat yang tidak pantas, kata-kata kasar dan beberapa kali menyebut nama –maaf– binatang.
Menurut info beredar di media sosial, tiga remaja diduga penista Nabi Muhammad itu mengaku tidak tahu siapa itu Aisyah.
Ketiga pelaku harus mempertanggungjawabkan tindakannya, mereka ditangkap kepolisian setempat.
Baca: Warganet Kecam Video Perempuan Main Tiktok Lecehkan Shalat
Menurut Kapolres Gorontalo Kota AKBP Desmont Harjendro A.P ,S.I.K,M.T, melalui KA SPK I Polres Gorontalo Kota, AIPDA Liwan Modeong, penangkapan dilakukan beberapa saat usai video milik ketiganya viral di medsos.
“Ketiganya mengaku video yang berdurasi 29 detik itu diunggah di status WhatsApp pada 06 Mei 2020,” kata AIPDA Liwan pada Kamis (07/05/2020) kutip media lokal Gopos.id. “Saat ini ketiganya masih diamankan di Polres Gorontalo Kota untuk penyelidikan lebih lanjut.”
Kasus penghinaan agama kembali marak terjadi di negeri ini akhir-akhir ini. Masyarakat berharap pemerintah khususnya aparat mengambil tindakan tegas agar kasus serupa tidak terulang.
Kasus serupa terjadi pula sebelumnya, dalam video beredar, tampak seorang pemuda sedang menyanyi, sepertinya berkaraoke bersama sejumlah teman-temannya.
Ia menyanyikan lagu “Aisyah Istri Rasulullah” yang memang sedang populer. Namun, di tengah nyanyian itu, pemuda itu malah memplesetkan penggalan syair tersebut dengan kata yang tidak pantas untuk dituliskan, diperdengarkan, maupun diucapkan.*