Hidayatullah.com–Komunitas #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) selalu punya cara yang unik untuk menyampaikan kritik. Sebelumnya, pada hari Kamis (03/09), sejumlah portal berita membicarakan komentar Menteri Agama, Fachrul Razi, yang mengatakan bahwa paham radikal dibawa ke masjid melalui anak-anak muda yang good looking, bahasa Arabnya bagus, dan hafal Qur’an.
Tidak menunggu waktu lama, ITJ telah melancarkan kampanye #GoodLooking melalui akunnya di Instagram. Dalam kampanye ini, ITJ membagikan template berupa sebuah frame gambar yang di bagian bawahnya bertuliskan teks “Ayo gabung dengan #IndonesiaTanpaJIL, karena kami… Good Looking”. Template tersebut kemudian digabung dengan foto dari para pendukung seruan tersebut untuk dipasang di akun medsos masing-masing. Sejak Jum’at (04/09), dukungan terhadap kampanye ini terus mengalir.
“Ini memang cara ITJ untuk menyampaikan kritik. Kami anak-anak muda yang peduli pada agama, meskipun kami merasa pengetahuan agama kami masih sangat sedikit. Kami jauh dari radikal, dan kami sadar bahwa kami sering berhadapan dengan orang yang gampang menuduh radikal kepada pihak-pihak yang tidak sependapat dengannya,” ungkap Gatot Prasetyo, Humas ITJ.
Seperti pihak-pihak lainnya, ITJ pun menyayangkan komentar Menag yang sangat tidak simpatik kepada para pemuda masjid. “Padahal semua orang tahu bahwa para pemuda yang berkumpul di masjid itu biasanya anak baik-baik, bukan yang bermasalah dan suka lakukan kekerasan. Apalagi jika dikatakan bahwa ciri-cirinya adalah good looking, bahasa Arabnya bagus dan hafizh. Ini tuduhan yang tanpa dasar,” ujar Gatot lagi.
Derasnya sambutan atas kampanye #GoodLooking ini, menurut Randy Iqbal, Koordinator Pusat (Korpus) ITJ, menunjukkan bahwa memang banyak yang resah dan merasa bahwa tuduhan Menag itu mengada-ada. “Sebenarnya kami tidak menyangka juga sambutannya akan seluas ini. Awalnya, kami pikir kampanye ini akan disambut hanya oleh mereka yang sudah lama aktif di ITJ.
Ternyata, yang belum pernah gabung dengan ITJ pun turut berkontribusi. Banyak di antara mereka yang akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan ITJ karena kampanye #GoodLooking ini,” tandas pemuda yang terpilih sebagai Korpus ITJ kelima dalam Silaturrahim Nasional (Silatnas) ITJ pada Februari 2020 silam di Yogyakarta.
Fenomena ini, menurut Randy, juga menunjukkan bahwa ITJ masih diperhatikan oleh generasi muda Islam di Tanah Air. “Dukungan ini adalah amanah, dan saya melihat masih begitu banyak yang menaruh harapan kepada ITJ. Kami menyadari, perjuangan masih jauh dari usai,” tandasnya.*