Hidayatullah.com– Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab (HRS) mendukung dibentuknya Tim Pencari Fakta (TPF) independen untuk mengusut dan mengungkap tuntas kasus penembakan 6 anggota FPI. Demikian ditegaskan HRS dalam sambutannya pada rangkaian kegiatan penshalatan dan pemakaman 5 jenazah korban penembakan tersebut, di Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah DPP FPI, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (09/12/2020).
Di samping itu, HRS mengajak DPP FPI bersama seluruh ormas-ormas Islam untuk menyampaikan pernyataan sikap bersama terkait kasus penembakan 6 anggota FPI tersebut.
“Di mana kita kompak semua satu kata bahwa harus dibentuk tim pencari fakta independen yang melibatkan semua elemen, yang melibatkan komnas HAM, Amnesty Internasional, bahkan kami minta juga Komnas HAM anak untuk ikut berbuat. Karena di dalam kejadian (saat penguntitan di jalan tol) itu ada 3 bayi dan masih ada lagi 4 balita dan 1 lagi balita dan salah seorang anak kami. Jadi tidak kurang dari 12 wanita, 3 bayi, dan 6 balita yang masih berada di bawah 5 tahun,” ujar HRS.
Selain Komnas HAM, HRS juga meminta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar tidak tinggal diam menyikapi kasus teror terhadap rombongan HRS di jalan tol tersebut. “Karena pada saat kejadian itu ada bayi-bayi yang ketakutan karena mobil itu meluncur tidak wajar, tidak semestinya. Dan dalam mobil-mobil tersebut, bayi-bayi itu menangis, ibu-ibu itu menangis. Mereka terintimidasi, mereka tidak takut dengan satu teror yang luar biasa,” ujarnya.
Baca: Habib Rizieq FPI Akan Tempuh Jalur Hukum, #KeadilanUntukUmatIslam Membahana
Begitu pula, HRS meminta Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) juga ikut terlibat dalam menyikapi kasus yang menimpa FPI dan rombongan keluarga HRS tersebut. “Mereka semua harus ikut terlibat. Tidak boleh ketidakadilan, tidak boleh kejadian semacam ini dibiarkan terjadi di dalam NKRI,” ujarnya.
HRS mengatakan kejadian sadis brutal seperti itu bisa menimpa diri dan keluarganya, bisa menimpa 6 anggota FPI. “Maka kalau dibiarkan besok akan bisa menimpa siapa saja keluarga di Indonesia,” imbuhnya mewanti-wanti.
“Saya ajak semua elemen bangsa ini dari mulai Presiden, DPR-nya, dan seluruh institusi terlibat, secara bersama-sama untuk mengungkap fakta yang sebenarnya apa yang terjadi di balik semua ini,” ujarnya.
HRS juga mengatakan dukungannya untuk menyelesaikan kasus ini lewat ranah hukum, seraya meminta para pendukungnya untuk bersabar sekaligus bersatu. “Kita hadapi dengan elegan, kita tempuh prosedur hukum yang ada,” ujarnya berpesan.*