Hidayatullah.com — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan program Guru Belajar dan Berbagi. Salah satu tujuannya adalah untuk memfasilitasi tenaga pendidik untuk dapat beradaptasi di tengah pandemi Covid-19 dalam menciptakan pembelajaran yang lebih baik.
“Ini inovasi layanan berbasis digital, di antaranya (program) guru berbagi dan guru belajar. Tujuannya membantu guru-guru kepala sekolah, pengawas sekolah dan berbagai pemangku kepentingan bersama-sama dan bahu-membahu agar bisa berdaya menghadapi Korona,” kata Dirjen GTK, Iwan Syahril saat webinar Peluncuran Guru Belajar dan Berbagi, Rabu (03/03/2021).
Iwan berharap layanan ini dapat mempercepat adaptasi guru dalam memanfaatkan teknologi. Pasalnya, di masa serba daring ini, pemanfaatan dan penguasaan teknologi sangat dibutuhkan. “Khususnya untuk memastikan bahwa pembelajaran anak-anak kita yang tercinta tetap berlangsung, walaupun dengan segala keterbatasan yang kita hadapi,”ujarnya.
Iwan juga menuturkan guru diminta untuk terus melakukan inovasi pembelajaran berbasis digital. Untuk itulah dirinya mendorong guru untuk terus belajar mengembangkan model pembelajaran melalui program ini.
“Untuk bergotong-royong berbagi ide berbagai praktek baik pembelajaran melalui berbagai macam bimbingan teknis daring, pendidikan dan pelatihan daring, berbagi dan RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran), artikel-artikel, video pembelajaran dan aksi-aksi hadir sebagai fasilitas belajar dan berbagi agar anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang lebih baik dari guru-guru yang gemar belajar,”jelasnya.
Baca juga: Jiwa Guru
Adapun, para guru bisa mengakses program ini pada laman gurubelajardanberbagi.kemendikbud.go.id. Dalam laman itu juga disediakan seri belajar kepada calon guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang akan direkrut sebanyak satu juta guru pada tahun ini.
“Hal ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap program ASN PPPK sebagai upaya pemerintah untuk membantu guru dan mempersiapkan diri dalam proses seleksi,” pungkas Iwan.*




