Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pakar PBB Menyerukan ‘Israel’ untuk Menghentikan Penggusuran Berulang-ulang Sebuah Desa Palestina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Maret 2021 14:19 2:19 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Maret 2021 13:54
Bagikan
PBB Penggusuran Palestina
Bagikan

Hidayatullah.com–Pakar hak asasi manusia PBB telah meminta ‘Israel’ untuk segera mengakhiri upayanya untuk penggusuran sebuah desa Palestina di Lembah Jordan utara. PBB juga menutut ‘Israel’ membiarkan penduduknya hidup tanpa gangguan di tanah mereka, lapor Middle East Eye.

Pelapor khusus PBB Balakrishnan Rajagopal dan Michael Lynk, dalam sebuah laporan pada hari Selasa (02/03/2021), memperingatkan bahwa kampanye penghancuran yang sedang berlangsung yang diluncurkan oleh ‘Israel’ terhadap desa Humsa al-Bqaia membahayakan rumah dan mata pencaharian hampir 100 warga Palestina.

“Penghancuran rumah-rumah oleh militer Israel yang sedang berlangsung, dan perusakan serta penyitaan properti, termasuk bantuan kemanusiaan, di Humsa-Al Bqai’a telah menyebabkan kesulitan besar bagi sekitar 60 penduduk desa, termasuk 35 anak-anak,” ungkap pelapor khusus, yang fokus pada hak asasi manusia dan perumahan yang layak, dalam laporan hari Selasa.

Rajagopal dan Lynk mengatakan bahwa desa Badui, yang terletak di Area C Tepi Barat yang diduduki, bergantung pada rumah tradisionalnya, tangki air dan ternak untuk tempat berlindung, ketahanan pangan dan mata pencaharian ekonomi.

“Memutuskan penduduk desa dari tanah dan rumah mereka merupakan hukuman khusus mengingat musim dingin yang keras yang mereka alami dan bahaya pandemi global yang selalu ada,” ujar para ahli.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

‘Israel’ telah membenarkan upayanya untuk menghancurkan desa tersebut dengan alasan bahwa desa tersebut diduga berada di dalam zona tembak militer ‘Israel’ – sebuah penjelasan yang sering digunakan oleh kekuatan pendudukan untuk membongkar komunitas pedesaan Palestina.

“Pembenaran oleh ‘Israel’ ini tidak memenuhi kewajiban ketatnya di bawah hukum internasional,” pungkas para ahli. “Kekuatan pendudukan tidak dapat menggunakan wilayah di bawah pendudukan untuk melakukan operasi pelatihan militer tanpa pembenaran yang cukup. Kami mencatat bahwa ‘Israel’ memiliki banyak alasan untuk pelatihan militer di dalam perbatasannya sendiri.”

Para ahli PBB menekankan bahwa “perusakan properti secara sembarangan” dan pemindahan paksa penduduk yang diduduki hanya diperbolehkan menurut hukum internasional jika dianggap benar-benar diperlukan oleh operasi militer yang sah. Meski begitu, perpindahan semacam itu hanya legal untuk jangka waktu sementara sampai permusuhan berhenti, lanjut mereka.

“Tidak ada permusuhan militer aktif di Tepi Barat yang diduduki, dan tidak berlangsung selama bertahun-tahun,” laporan hari Selasa itu menyoroti.

Negara-negara anggota PBB, terutama dari Eropa, dan berbagai organisasi non-pemerintah telah menyediakan tenda darurat dan bentuk bantuan properti lainnya kepada penduduk desa Palestina setelah penggusuran awal oleh militer ‘Israel’. Hingga saat ini, para peneliti telah mendokumentasikan bahwa setidaknya 93 bangunan bantuan kemanusiaan yang disumbangkan telah disita atau dihancurkan oleh militer Zionis tahun ini.

Para ahli hak asasi manusia mengamati bahwa ancaman untuk mengusir penduduk Humsa al-Bqaia secara permanen “adalah bagian dari pola pemindahan paksa dan pembongkaran rumah secara paksa yang lebih besar di Tepi Barat yang diduduki”.

Baca juga: ‘Israel’ Menghancurkan Desa Badui Palestina untuk ke-183 Kalinya

Militer Zionis menghancurkan setidaknya 227 properti milik Palestina di Tepi Barat yang diduduki selama tujuh minggu pertama tahun 2021, membuat sedikitnya 367 orang mengungsi, termasuk sekitar 200 anak-anak, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UNOCHA). .

Angka terakhir menunjukkan peningkatan hampir 185 persen dalam struktur Palestina yang ditargetkan oleh Israel jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, sementara peningkatan 450 persen dalam penghancuran struktur yang didanai donor telah didokumentasikan.

“Komunitas internasional memiliki kewajiban positif di bawah Konvensi Jenewa Keempat untuk memastikan bahwa Pihak Peserta Agung seperti ‘Israel’ sepenuhnya menghormati tanggung jawab mereka selama pendudukan,” kata Rajagopal dan Lynk dalam laporan itu.

Pada hari Jumat, tujuh negara Eropa – Irlandia, Estonia, Norwegia, Inggris, Prancis, Belgia dan Jerman – menandatangani pernyataan bersama yang mengutuk penghancuran rumah di Humsa al-Bqaia serta bangunan yang disumbangkan Uni Eropa.

“Kami mengulangi seruan kami pada Israel untuk menghentikan pembongkaran dan penyitaan. Kami selanjutnya menyerukan ‘Israel’ untuk mengizinkan akses kemanusiaan penuh, berkelanjutan dan tanpa hambatan ke komunitas,” ungkap negara-negara itu.

“Kami mengingat penolakan tegas kami terhadap kebijakan pemukiman ‘Israel’ dan tindakan yang diambil dalam konteks itu, seperti pemindahan paksa, penggusuran, pembongkaran dan penyitaan rumah dan aset kemanusiaan, yang ilegal menurut hukum internasional, termasuk Konvensi Jenewa Keempat, dan merupakan penghalang bagi solusi dua negara yang layak,” lanjut mereka.

Dalam laporan hari Selasa, kedua ahli PBB menyambut baik dukungan dari perwakilan diplomatik tetapi menyerukan tindakan lebih lanjut.

“Lebih banyak yang harus dilakukan oleh pemerintah mereka untuk menuntut pertanggungjawaban ‘Israel’, yang merupakan kunci yang hilang untuk mengakhiri pendudukan yang berlarut-larut ini,” tandas para ahli.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelpalestinaPBBPemukim Ilegal YahudiZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peringatan bagi Penegak Hukum
Tulisan selanjutnya program guru belajar berbagi Kemendikbud Luncurkan Program Guru Belajar dan Berbagi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?