Hidayatullah.com — Ketua Komnas HAM RI, Ahmad Taufan Damanik, mendorong Presiden Joko Widodo (Jokowi) lebih berani mengambil sikap untuk berdialog damai dengan kelompok bersenjata Papua atau Organisasi Papua Merdeka (OPM). Hal itu menurutnya lebih baik agar konflik di Papua berakhir, sebab semua pihak pun ingin adanya damai.
“Presiden harus berani mengambil satu keputusan yang tegas bahwa jalan damai itu paling dimaui oleh semua pihak,” kata Ahmad dalam diskusi bertajuk Stop Pelanggaran HAM, Papua Damai Kupas Tuntas Terorisme yang Sebenarnya di Tanah Papua, yang disiarkan GAMKI, Rabu (05/05/2021).
Ahmad menilai para pejabat kerap mengklaim konflik yang terjadi akibat tindakan kriminal kelompok bersenjata. Tetapi, Dia yakin mayoritas masyarakat Papua berpendapat ingin berdialog damai.
“Walaupun dalam beberapa pernyataan pejabat pejabat kita sering kali mengatakan ini semua atas permintaan masyarakat di Papua,” ujarnya.
“Saya yakin karena tim kami di Papua selalu mengatakan saya tanya berkali-kali, apa pendapat mayoritas masyarakat, ya mereka mengatakan damai,” terusnya.
Lebih lanjut, Ahmad mengaku dirinya pun sudah bertemu dengan tokoh agama yang di antaranya para pendeta di Papua. Semua kata Dia memberikan dukungan sama yaitu ingin berdialog damai. Dengan itu, dia mengajak semua pihak menekan pemerintahan Jokowi agar mau berdialog damai dengan kelompok bersenjata di Papua.
“Jadi kita saya masih tetap optimis mudah-mudahan kita semua ini bisa memberikan tekanan yang kuat terhadap pemerintahan Jokowi meskipun kebijakan (pelabelan teroris) ini sudah terjadi dan kita pasti sangat keberatan dengan kebijakan ini,” ungkapnya.
“Tetapi sekali lagi upaya kita untuk bersama-sama teman teman GAMKI, bapak pendeta, bapak pastur dan lain lain memberikan tekanan kepada pemerintah melalui berbagai cara supaya pilihan dialog damai yang kita kedepankan,” pungkasnya.