Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Prof Hamid: Kesadaran Politik Bangsa yang Beradab Harus Dibangun

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Agustus 2021 10:57 10:57 am
Ahmad
Dipublikasikan 14 Agustus 2021 10:57
Bagikan
Dr Hamid Fahmy Zarkasyi
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Umum Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Prof. Hamid Fahmy Zarkasyi, mengatakan bahwa  makna politik itu sangat luas. Berpolitik adalah berkesadaran berbangsa dan bernegara, termasuk sadar akan sejarah dan masa depan bangsa dan negara. Bukan sekedar ajang mengerahkan massa demi mencari jabatan melalui proses pemilihan umum.

Dalam konteks sejarah, kesadaran berbangsa kita perlu dibangun dengan mengingat besarnya pengorbanan para pendiri (founding fathers) bangsa ini dalam meraih kemerdekaan. Bahkan bukan hanya pengorbanan yang besar mereka tapi juga ide-ide besar, cita-cita besar  untuk bangsa ini. Inilah kesadaran yang mulai dilupakan.

Bagi umat Islam, kesadaran itu bahkan perlu ditarik lebih ke belakang lagi. Yaitu betapa besarnya peran Islam dalam mencerdaskan bangsa Melayu Nusantara.  Sebelum Islam datang bangsa ini terbelenggu oleh kepercayaan animisme dan dinamisme. Islam dengan pandangan hidupnya yang rasional, praktis dan sistimatis diterima oleh bangsa Melayu secara alami dan sukarela.  Islam datang ke Nusantara tidak menggunakan senjata apapun sehingga tidak terdapat  peperangan besar.

“Inilah sejatinya yang dinamakan proses Islamisasi” kata Prof. Hamid dalam webinar Merajut Kesadaran Politik Bangsa yang Beradab melalui youtube MIUMI, dikutip Kamis (13/8/2021).

Prof Hamid mengingatkan agar kata “Islamisasi “ tidak difahami sebagai penjajahan, sehingga Islam dianggap sebagai agama penjajah atau agama pendatang. Cara berfikir seperti ini berbahaya karena semua agama yang ada di Indonesia adalah pendatang. Bahkan ada agama yang jelas-jelas dibawa oleh penjajah. Islam datang ke nusantara tidak untuk mengeruk harta tapi justru untuk mencerdaskan bangsa ini.  Dari pandangan hidup yang penuh mitologi, menjadi pandangan hidup yang realistis, rasional dan praktis. Maka, tidak logis kalau fakta sejarah ini dibalik menjadi nusantara yang mencerdaskan Islam, atau Islam yang “dinusantarakan”, itu a-historis katanya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kesadaran bahwa bangsa ini dibangun oleh umat Islam sebenarnya menjadi fakta sejarah. Faktanya yang tidak bisa dipungkiri bahwa 90%  lebih anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia adalah Muslim. Ini potongan sejarah penting yang tidak bisa dihilangkan, sebab peran dan perjuangan mereka tercermin dalam terma-terma, kata kunci dan konsep yang termaktub dalam Dasar Negara, Undang-undang Dasar, keputusan-keputusan.  Bahkan nama parlemen kita menggunakan Bahasa Islam. Semuanya bermuara pada Ketuhanan yang Maha Esa yaitu Sila pertama yang menjadi basis pancasila.

“Kesadaran untuk historis inilah yang sekarang ini mulai hilang dari generasi ke generasi. Maka dari itu sebagai umat Islam kita harus menghidupkan kembali kesadaran ini. Kesadaran sejarah, kesadaran memiliki, kesadaran berperan serta membangun bangsa, kesadaran meluruskan ideologi bangsa yang tercermar oleh faham-faham asing yang menguasai  dan merusak kita,” kata Prof. Hamid.

Bahkan, menurutnya, kesadaran itu ditingkat individu baik awam maupun pemimpin negara, atau pemimpin politik harus ditingkatkan menjadi gerakan-gerakan menuju cita-cita bangsa yang luhur.

Politik Bangsa

Prof. Hamid lebih lanjut menjelaskan bahwa gerakan yang berasal dari kesadaran berbangsa itulah politik bangsa yang sesungguhnya. Sudah tentu gerakan harus berbasis pada ilmu dan konsep. Maka konsep nasionalisme, konsep musyawarah memilih pemimpin, konsep mengelola kakayaan alam, konsep sumber daya manusia, konsep amanat sebagai pejabat harus disesuaikan dengan cita-cita luhur bangsa ini.

Jika kesadaran berpolitik seperti ini dimiliki oleh seluruh elemen bangsa maka bangsa ini adalah berbangsa yang beradab. Tafsir kata beradab tidak sederhana. Kata beradab merupakan kata kesatuan dari ilmu, iman, amal atau syariah, akidah, dan akhlak.  Dalam Bahasa worldview perbuatan manusia itu harus sesuai dengan keyakinan dan pikiran atau ilmunya.

Dengan ilmu dan kesadaran pada cita-cita luhur itu, rakyat diharapkan dapat memilih pemimpin yang berilmu, beriman dan berakhlaq, pemimpin yang membawa aspirasi dan memperjuangkan nasib rakyat. Jika kesadaran ini kemudian diikuti oleh pejabatnya, baik anggota DPR-MPR, Menteri, pegawai negeri, maka negara ini sungguh beradab.

Dalam Islam, para politikus Muslim dituntut untuk tidak berislam dengan sekedar menjalankan ritual (rukun Islam), tapi berislam pada tingkat iman dan amal. Jika sudah pada tingkat ini dijamin aka nada persatuan dan ukhuwwah antar partai politik Islam, karena ciri orang beriman itu berukhuwwah. Ciri orang beriman lainnya adalah berjuang dengan jiwa dan hartanya.

“Pertanyaanya, apakah dalam berpolitik kita sudah berukhuwwah? Apa sudah berjuang dengan jiwa dan harta? Nampaknya realitasnya belum. Karena para politisi pada umumnya tidak berjuang dengan jiwa dan harta, tapi orang berjuang dalam politik demi harta dan jiwa alias demi mencari penghidupan yang ujung-ujungnya adalah korupsi.  kata Prof. Hamid.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Hamid Fahmy ZarkasyiMIUMIPolitik yang beradab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tentara Penjajah Serang Jamaah Jumat di Masjid Ibrahimi
Tulisan selanjutnya Mahasiswa UGM Buat Alat Analisis Luka Diabet Berbasis Artificial Intelligence Bantu Nakes

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?