Hidayatullah.com — Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Fahmi Salim mengungkap bahwa kita wajib bersyukur atas tewasnya penghina Nabi. Dia juga mengingatkan akan perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an untuk bersyukur atas binasanya kaum zalim.
“Ketika orang-orang zalim itu dibinasakan sampai ke akar-akarnya maka Allah menghimbau kita untuk mengucapkan Alhamdulillahirobbilalamin, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam,” ungkap Fahmi kepada Hidayatullah.com dalam pesan suaranya dikutip pada Selasa (05/10/2021).
Dia juga menasehatkan agar kaum muslimin semakin menguatkan keimanan kepada Allah karena “ancaman-Nya kepada orang-orang yang menghina Rasulullah itu pasti terbukti”.
“Ancaman Allah itu pasti terwujud suka atau tidak suka, cepat atau lambat. Musuh-musuh Allah yang menghina Rasulullah SAW pasti akan dihukum, kalau tidak di dunia pasti di akhirat. Dan di dunia pun itu nyata dan terbukti dengan izin Allah SWT.”
Dia juga menegaskan bahwa meski umat Islam tak punya kuasa untuk menghukum orang yang melecehkan Nabi, Allah SWT punya kuasa. Meski pemerintah Swedia melindungi Lars Vilk, pelaku penghina Nabi bertahun-tahun, nasib tragis pun tetap menemuinya.
Fahmi Salim juga berpesan agar umat Islam bersama-sama membela kehormatan dan kesucian Islam dan kehormatan Rasulullah SAW. Hal itu, ujarnya, yakni dengan menampilkan akhlakul karimah, berpegang teguh kepada ajaran Islam, dan dengan Istiqomah menjalankan syari’at Allah SWT.
Pada Senin (04/10/2021), kartunis Swedia, Lars Vilk, yang pernah menghina Nabi dengan menggambarkannya bertubuh anjing, tewas dalam sebuah kecelakaan. Dilaporkan oleh media setempat, mobil yang di kendarai Lars Vilk bertabrakan dengan sebuah truk di dekat kota Markaryd, Swedia selatan.
Dua polisi yang membersamainya dalam mobil polisi sipil juga ikut tewas. Dua polisi yang membersamainya dalam mobil polisi sipil juga ikut tewas. Sementara, si supir truk dilaporkan dalam keadaan terluka.
Polisi belum mengungkapkan identitas semua korban tewas dalam insiden kecelakaan itu, tetapi pasangan Vilks memastikan bahwa itu dirinya. Lars Vilks telah betahun-tahun berada di bawah perlindungan polisi setelah karya karikaturnya yang menghina Rasulullah SAW menyebabkan kemarahan dunia Islam dan membuatnya menerima banyak ancaman pembunuhan.*