Hidayatullah.com — Pendeta Saifudin Ibrahim yang sebelumnya minta Kementrian Agama (Kemenag) hapus 300 ayat Al-Qur’an, menantang Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD untuk carok atau berkelahi dengan celurit. Hal itu buntut pernyataan Mahfud MD yang minta kepolisian usut Pendeta Saifudin karena penistaan agama.
Pantauan Hidayatullah.com, pendeta Saifuddin melakukan live stream pada akun Youtube-nya Saifuddin Ibrahim pada Rabu (16/3/2022). Dalam videonya yang telah ditonton lebih dari 80.000 orang tersebut, pendeta Saifuddin menantang Mahfud MD untuk duel carok.
“Penelitian yang saya lakukan tidak bisa dilawan oleh siapapun. Apalagi oleh Pak Mahfud MD. Berani carok dengan saya, Ayo kita carok. Mati matilah. Halelluyah, Atau kita main catur berdua. Siapa yang kalah lompat ke jurang. Berani. Tidak ada urusannya Pak Mahfud,” kata Saifudin, Rabu (17/2021).
Dalam pernyataannya di Youtube, Pendeta Saifudin mengomentari pernyataan Mahfud MD tentang dirinya. Saefudin menyebut cara Mahfud MD menjawab pertanyaannya tentang menghapus 300 ayat Al-Qur’an tidak pantas.
“Bagaimana maksud Mahfud MD menyebut saya ini menista agama hukumannya 6 tahun. Jangankan 6 tahun, matipun saya siap. Hukuman mati saya siap menjalaninya, asal kematian saya untuk membela minoritas, untuk membela gereja, agar Kristen ditonton di TV, sama seperti Islam di TV,” kata pendeta murtadin ini.
Pendeta Saifudin juga mengaku dulunya bangga dengan Mahfud MD. “Pak Mahfud dulu kan ngomong agama musuh negara. Saya sudah bangga dengan Bapak. Tapi begitu Bapak mengomentari tentang saya, Halleluyah,” katanya.
Pendeta Saifudin menyebut Mahfud MD tidak punya hak sedikitpun untuk menjawab pernyataannya. “Saya memberikan kesempatan pada Menteri Agama Gus Yaqut yang menjawab bukan Bapak. Begitu Bapak menjawab turun derajat Bapak sebagai nasionalis, sebagai pendukung Presiden Jokowi. Saya pendukung Jokowi, saya pendukung NKRI.”
Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD menyebut Pendeta Saifuddin Ibrahim yang meminta Kementerian Agama (Kemenag) menghapus 300 ayat Al-Qur’an telah membuat kegaduhan antarumat. Mahfud pun meminta kepolisian untuk segera mengusut pernyataan pendeta Saifudin tersebut.
Pernyataan Mahfud MD tersebut ditayangkan lewat YouTube Kemenko Polhukam dalam video yang berjudul ‘Tanggapan Menko Polhukam Terkait Pendeta Saifuddin Ibrahim’ yang diunggah pada Rabu (16/3/2022) sore.
“Waduh itu bikin gaduh itu, oleh sebab itu saya, itu bikin banyak orang marah. Oleh sebab itu, saya minta kepolisian segera menyelidiki itu dan kalau bisa ditutup akunnya karena kabarnya belum ditutup sampai sekarang,” kata Mahfud.
Mahfud juga mengatakan apa yang disampaikan pendeta Saifuddin tersebut meresahkan.
“Jadi itu meresahkan dan provokasi untuk mengadu domba antarumat,” jelasnya.*