Hidayatullah.com—Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pematangsiantar menyatakan memberi pendampingan bagi sosok wanita yang viral setelah menabrakkan motor ke Polres Pematangsiantar. MUI Pematangsiantar mengatakan motif wanita tersebut melakukan tindakannya bukan karena radikalisme.
Ketua MUI Pematangsiantar Ali Lubis mengatakan berdasarkan informasi dari orang tua, Fitri menjalankan aksinya itu bukan karena pengaruh radikalisme. Melainkan, Fitri pernah tabrakan yang mengakibatkan cedera parah di bagian kepala.
“Makanya mengakibatkan cara berpikir pelaku kurang sempurna. Sehingga kita sudah sampaikan kepada orang tuanya bahwa kami dari MUI siap memberikan tausiyah, wejangan, keterangan yang baik kepada pelaku,” ujar Ali dalam keterangannya, Selasa (22/3/2022).
“Supaya jangan sempat menyimpang dari apa yang kita inginkan. Mudah mudahan ke depan pemikiran pelaku lebih baik lagi,” lanjut Ali.
Ali mengatakan tampaknya ada sesuatu yang salah dari cara berpikir perempuan tersebut, sehingga nekat menabrakkan diri ke SPKT Polres Siantar
“Tampaknya ada (yang salah). Bukan gangguan jiwa. Tapi sedikit. Itu cara berpikirnya kurang sempurna dan sudah kita sampaikan kepada orangtuanya. Kita MUI siap memberi tausiah dan wejangan supaya jangan menyimpang dengan apa yang kita inginkan pada bangsa dan negara ini,” kata Ali kembali.
Sejauh ini, kata Ali, belum ada hal-hal yang terlalu mencurigakan atas peristiwa ini sehingga tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.
“Sampai saat ini tidak ada hal-hal yang mencurigakan untuk bangsa dan negara, khususnya di Kota Pematangsiantar,” jelas Ali.
Sebelumnya, seorang wanita yang diketahui bernama Fitri Arni Matondang (29 tahun), baru-baru ini viral setelah aksinya menabrakkan sepeda motor ke Mapolres Pematangsiantar, Sumatera Utara. Motif wanita tersebut melakukan tindakannya masih sedang digali.
Berdasarkan video rekaman CCTV yang beredar, dilihat oleh Hidayatullah.com, Selasa (22/3/2022), wanita yang menggunakan baju dan kerudung berwarna hitam itu terlihat melaju kencang dari luar Mapolres Pematangsiantar. Wanita tersebut juga tetap melaju dengan kecepatan tinggi setelah menerobos gerbang Polres Pematangsiantar.
Wanita itu pun terhenti setelah menabrak meja di ruangan SPKT Mapolres Pematangsiantar. Setelah wanita itu terjatuh, terlihat sejumlah polisi mendekat. Dalam video, para polisi itu terlihat dengan hati-hati mendatangi wanita yang sedang terduduk di lantai itu.
Wanita itu akhirnya dipapah keluar dari ruangan SPKT. Dari video tersebut terlihat bangku, meja, hingga kaca mengalami kerusakan setelah kejadian tersebut.
Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin (21/3) pukul 07.25 WIB. Dari keterangan keluarga, ungkap Panca, wanita yang bernama Fitri Arni Matondang (29 tahun) itu sedang dihadapkan dengan masalah tentang pernikahan. Rencana wanita itu untuk menikah lagi dilarang pihak keluarga.
“Dari penjelasannya, pelaku menikah sudah dua kali namun sudah cerai. Kemudian suami kedua kembali mengajak rujuk pelaku dengan syarat harus menikah kembali, namun keluarga tidak setuju di mana suami kedua memiliki pemahaman sedikit berbeda dengan orang tuanya dari aspek pemahaman agamanya,” sebut Panca.
Polisi masih mendalami kasus tersebut dan menggali motif pelaku. Fitri Arni Matondang akan diproses karena merusak Mapolres Pematangsiantar.
“Yang jelas Polres Pematangsiantar akan melakukan pemeriksaan bahwa tindakan yang dilakukannya itu pidana biarpun tidak adanya korban jiwa, tetapi kerusakan di ruang SPKT, tempat pelayanan masyarakat,” ujar Panca.*