Hidayatullah.com– Musibah memilukan terjadi di Kalimantan Timur baru-baru ini. Sepasang suami istri, TI dan MT, meninggal di tempat setelah ditabrak oleh putrinya sendiri, AT (ada juga yang menyebut AG), 15 tahun.
TI merupakan Anggota TNI berpangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu), ditabrak saat sedang bersama MT berkendara sepeda motor, kabarnya Honda Vario bernomor polisi KT 6537 HF.
Kecelakaan ini terjadi saat kedua orang tua dan anaknya itu berjalan beriringan dari arah Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan, menuju Kawasan Mako Dodikjur Rindam VI/Mulawaman.
Sang anak mengendarai mobil Toyota Innova kabarnya bernomor polisi KT 1242 LW. Menurut keterangan berbagai pihak, kejadian itu terjadi sebelum simpang masuk ke Pintu Tol Manggar, Kota Balikpapan.
Hingga Rabu (19/10/2022), kejadian itu masih mengundang pilu warga Balikpapan dan sekitarnya.
“Anaknya cewek itu, pakaian SMA saya lihat pas lewat juga tadi (di hari kejadian, red),” ujar Sibghatullah, salah seorang warga Balikpapan yang sempat menyaksikan beberapa saat usai kejadian itu pada Senin (17/10/2022) sore pekan ini.
“Bapak sama ibunya di depan naik motor, anaknya di belakangnya bawa Innova Reborn salah injak gas dikira rem,” ujar Huda, warga Balikpapan lainnya kepada hidayatullah.com dan warga setempat.
Info lain yang dihimpun media ini, saat mengendarai mobil itu, sang anak panik dan tidak sengaja menabrak kedua orang tuanya tepat di depan PT Schlumberger, Batakan, Kecamatan Balikpapan Timur.
“Si anak bawa mobil baru pulang sekolah, bapak sama ibunya di depan mobil sambil mandu anaknya. Pas dekat lampu merah, macet, rupanya si anak salah injak rem malah keinjak gas,” keterangan warga Balikpapan.
Dalam video yang beredar diterima hidayatullah.com, tampak kedua korban tergetelak di jalan raya usai kecelakaan itu. Beredar pula sebuah foto yang disebut putri dari kedua korban tersebut. Sang putri yang masih mengenakan seragam sekolah itu tampak menangis diduga karena trauma.
Kasatlantas Polresta Balikpapan, Kompol Ropiyani, mengatakan, saksi mata melihat bahwa sang anak melaju cepat menginjak gas, sehingga menabrak sepeda motor yang ditumpangi oleh kedua orang tuanya.
Kepolisian pun mengimbau masyarakat agar tidak memberikan izin kepada anak di bawah umur untuk mengendarai kendaraan.
“Saya mengimbau kepada seluruh orang tua, putra putrinya dijaga dan diberikan pengertian bahwa anak di bawah umur tidak boleh mengendarai kendaraan. Karena secara psikologi, dia belum siap untuk mengendarai kendaraan karena masih labil. Kemudian dia juga tidak mempunyai SIM,” imbau Kompol Ropiyani dikutip media lokal Tribunkaltim.co, semalam, Selasa (18/10/2022).
Kepolisian berharap insiden seperti itu tak terulang kembali. Mengingat korban dari lakalantas banyak dari kalangan remaja yang masih di bawah umur.
Saat ini, kata kepolisian, status sang anak itu masih dalam pengawasan keluarganya. Pihak kepolisian pun katanya akan melakukan penyidikan dan meminta keterangan dari anak tersebut.
“Nanti kita lakukan SOP penyidikan. Nanti kita BAP, baru kita tahu keterangan dari anak tersebut,” sebutnya.
Polisi juga menyebut bahwa sebelum kejadian itu, korban tiba-tiba memperlambat kecepatan sepeda motornya. Sehingga sang anak tak sengaja menginjak pedal gas. Akibatnya sang anak melindas kedua orang tuanya sampai kemudian meninggal di tempat.
“Istri korban terpental dan korban terlindas oleh mobil yang dikendarai anaknya hingga keduanya meninggal dunia di lokasi,” katanya dikutip Detikcom, Rabu (19/10/2022).
Polisi mengatakan kecelakaan itu dikarenakan sang anak panik. Selain itu, sang anak juga disebut belum mahir berkendara di jalanan.
“Pelajaran ini sudah sering terjadi. Anak-anak baru bisa nyetir mobil sudah dipercayakan sepenuhnya bawa mobil sendiri,” ujar salah seorang warganet di media sosial.
Warganet lainnya menaruh kasihan kepada anak tersebut yang diduga tidak sengaja menabrak kedua orang tuanya.
“Innalillahi wainna ilaihi rojiun… Stresnya itu anak kasian jadinya nanti,” sebutnya kepada hidayatullah.com.
Kedua jasad korban itu telah dibawa ke Kota Samarinda untuk dikebumikan.*
Baca juga: Tragedi Kecelakaan Maut di Simpang Rapak Balikpapan, Hidayatullah Sampaikan Belasungkawa