Hidayatullah.com — Kepergian almarhum Steven Indra Wibowo, Pendiri Mualaf Center Indonesia, hingga kini menyisakan banyak kenangan indah penuh hikmah. Di antaranya tentang sosok Koh Steven yang menginginkan mati syahid.
Selain itu, Koh Steven diketahui wafat setelah tiba-tiba tumbang usai melaksanakan shalat Isya.
Keinginan Koh Steven meninggal dalam keadaan syahid terungkap pada sebuah buku yang ditulis Koh Steven semasa hidupnya.
“Setiap saya berangkat dari rumah, saya tidak minta didoakan agar selamat kepada keluarga, tapi doakan agar saya mati syahid,” tulis Koh Steven pada halaman pertama buku yang ditulisnya itu.
Pantauan hidayatullah.com, Rabu (19/10/2022), tulisan Koh Steven itu terungkap di media sosial. Buku itu berjudul “Bisnis Langit dan Pemulung Amal”.
“Ini adalah buku karya terakhir Koh @stevenindrawibowo, awalnya direncanakan akan di-launching pada bulan September 2022, bersamaan dengan event @coger.academy, tapi karena kesibukan beliau akhirnya buku ditunda sambil menunggu event Coger Academy berikutnya,” tulis @dompet_madani di Bandung, Jawa Barat (18/10/2022).
Disebutkan, buku itu ditulis di sela-sela kesibukan Koh Steven dalam berdakwah dan mengurus berbagai usahanya dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
“Buku ini berisi pengalaman beliau dalam berdakwah bersama @mualaf.center.indonesia , bagaimana Almarhum bersama Tim MCI, bergerak dalam membina mualaf dan kemanusiaan,” sebutnya.
Buku itu juga berisi pengalaman Koh Steve membangun dan menjalankan “Bisnis Langit”. “Beliau menggunakan bahasa yang sederhana dalam menjelaskan pemikirannya, agar orang-orang tidak bosan membaca katanya.”
Koh Steven di situ juga menulis tentang keseimbangan berdakwah dan berniaga. Koh Steven dinilai telah mampu menjalankan dua hal tersebut dengan sangat baik.
“Menariknya, di halaman pertama quote yang beliau tulis adalah: “Setiap saya berangkat dari rumah, saya tidak minta didoakan agar selamat kepada keluarga, tapi doakan agar saya mati syahid”.”
Disebutkan pula, bagi orang-orang terdekat dengan Almarhum Koh Steven, kalimat tersebut sering diucapkan pria keturunan Tionghoa ini.
Keinginan Koh Steven untuk mati syahid itu dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Apalagi, Koh Steven diketahui wafat pada hari Jumat (14/10/2022) dalam kegiatan dakwahnya di Surabaya, Jawa Timur, di usia 41 tahun.
“Siapapun juga tahu, bahwa Almarhum menginginkan meninggal di hari Jumat. Dan Allah mengabulkan doa beliau,” tulis akun tersebut.
Sekadar info, hingga berita ini digarap, buku yang ditulis Koh Steven tersebut belum diluncurkan.
Pendiri Mualaf Center Indonesia (MCI) Steven Indra Wibowo meninggal dunia di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (14/10/2022).
Koh Steven, sapaannya, dikabarkan meninggal dunia di sebuah Rumah Sakit di Surabaya. Koh Steven dikenal sebagai sosok yang aktif membantu dan mendampingi mualaf.
Berdasarkan informasi yang diterima, Koh Steven berada di Surabaya saat itu dalam rangka mengurus acara HijrahFest.* (SKR)