Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

AM Fatwa: Dulu Ali Murtopo Aktor di Balik NII

Akbar Muzakki
Terakhir diupdate:
Akbar Muzakki
Dipublikasikan 28 April 2011 20:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ketua Dewan Pertimbangan Daerah (DPD), AM Fatwa, menyatakan, di balik NII dulu ada Ali Murtopo yang dikenal sebagai petinggi militer Indonesia. Fatwa menuding Ali sebagai aktor penting yang bermain di balik aksi radikal berupa pemboman yang terjadi dahulu.

“Dia mengadopsi konsep komando jihad Abdul Kadir Jaelani,” ungkapnya di tempat kerja, Kamis (28/4).

Komando jihad Abdul Kadir dinilainya tidak masalah karena merangkul anak muda untuk melakukan aksi-aksi positif, mengaktualisasikan potensi diri, dan mengembangkan minat, dan bakat. Berbeda dengan komando jihad bentukan Ali, cenderung mengarah kepada aksi-aksi radikal yang meresahkan, bahkan mengancam keamanan dan pertahanan negara.

“Ini NII baru,” jelas Fatwa.

Fatwa menyebutkan, mendiang Ali Moertopo merekrut mantan pejuang DI/TII yang kini dinamakan Negara Islam Indonesia (NII) untuk melakukan aksi-aksi radikal. Mantan pejuang DI/TII, atau kini NII itu, ditipu oleh seorang intelijen, Djaelani.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kelompok inilah yang merusak kantor polisi dan merekayasa pembajakan Pesawat Garuda Indonesia di Woyla, Thailand. Selain itu, kelompok ini diduga terlibat rekayasa sejumlah kasus kekerasan, seperti pencurian senjata api di sebuah tempat.

Bagaimana dengan NII sekarang, apakah sama dibuat oleh Ali Moertopo atau antek-anteknya? Fatwa tidak menjawab. “Saya tidak mengetahui masalah itu,” ungkapnya.

Dia hanya menjelaskan permasalahan Darul Islam (DI) atau Tentara Islam Indonesia (TII) sudah ada sejak lama, bahkan sampai saat ini.

Pemerhati kontraterorisme dan Ketua Lajnah Siyasiyah HTI Harist Abu Ulya dalam tulisannya mengatakan, NII sebenarnya merupakan fakta sejarah di masa lalu. Dihembuskan ulangnya NII, bidikan sesungguhnya bukan dalam rangka menghancurkan dan memberangus NII, tapi mengambil satu aspek, yakni terminologi “negara Islam” (alias: darul Islam, daulah Islam).

Proyek deradikalisasi, boleh jadi mengharuskan target di antaranya; masyarakat  resisten terhadap terminologi dan  dan visi politik dari sebuah kelompok, yaitu “negara Islam”. Penerapan Islam dalam format Negara harus menjadi momok bagi kehidupan sosial politik masyarakat Indonesia, sekalipun penghuninya mayoritas adalah orang Islam. Karena format Indonesia yang sekuler dan liberal dalam bingkai demokrasi adalah “harga mati” yang menjadi muara dari proyek ini, karenanya wajib mengeliminasi setiap “ancaman” terhadapnya.

“Isu NII adalah tidak lebih layaknya pemanis dan menjadi “sambal” dari sebuah menu. Bisa juga isu  NII,  diangkat ke permukaan untuk diambil visi politiknya saja dan selanjutnya dibawa untuk mendramatisasi agar sebuah proyek bernama deradikalisasi harus berjalan dengan maksimal dan melibatkan banyak pihak,” katanya.

Dengan isu berbagai peristiwa “terorisme”, dibangunlah sebuah wacana bahwa Indonesia dalam sikon “gawat darurat” karena menghadapi gejala tumbuh suburnya ideologi impor yang hendak menjadikan Indonesia Darul Islam (negara Islam), yang berujung adanya regulasi  UU Intelijen.

“Sayang, banyak ini masyarakat kurang berfikir jernih, dan mudah terprovokasi. Misalkan ada komponen ormas Islam yang hendak membuat Densus-99 untuk menangkap setiap kelompok yang dicurigai melakukan pelatihan dan mengembangkan paham radikal. Sama berlebihannya dengan mengintruksikan kepada seluruh  anggotanya untuk melakukan swepping di seluruh masjid  se-Indonesia untuk membersihkan dari paham radikal dan fundamentalis.

“Ala kulli haal, deradikalisasi telah menjadi media baru lahirnya “adu domba”, dan media potensial untuk memprovokasi lahirnya kontraksi dan gesekan sosial lebih serius antar umat Islam sendiri,” ujarnya.*

Redaktur: Akbar Muzakki
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sisi Buram Kegilaan Asia pada Gadget
Tulisan selanjutnya Hasina Pertahankan Islam Agama Negara Bangladesh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?