Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dewan Pakar Aswaja Center: Sepilis, Paham Terlarang untuk Umat Islam

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Maret 2015 08:19 8:19 am
Ahmad
Dipublikasikan 16 Maret 2015 08:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Antara budaya dan Islam bisa menyatu jika budaya itu tidak bertentangan dengan syari’ah.

“Contohnya sarung dan baju koko ini, sudah memenuhi syarat untuk menutup aurat, maka kita ikuti saja budaya nusantara ini, karena tidak bertentangan dengan syari’at”, demikian disampaikan anggota Dewan pakar Aswaja Center PWNU Jawa Timur, Idrus Romli  dalam seminar bertajuk “Pribumisasi Islam: Memahami Islam Serta Relasinya Dengan Sosial Budaya” Hari Sabtu lalu (14/03/2015).

Dalam seminar yang dilaksanakan di gedung Soekarno Rektorat UIN Malang ini, Gus Idrus,  demikian ia akrap disapa mengungkapkan bahwa jika suatu budaya bertentangan dengan syariah maka ditolak. Sementara kita perlu menerima budaya yang tidak bertentangan dengan syariah sebagai jalan untuk berdakwah.

Selain menerangkan tentang relasi Islam dan budaya, kiai muda asal Jember dalam kesempatan ini menerangkan haramnya paham SePILIS (istilah untuk penganut sekularisme, pluralisme dan liberalisme).

“Saya sepakat dengan isi fatwa MUI tersebut, bahwa sekularisme, pluralisme dan liberalisme adalah faham terlarang bagi umat Islam”, tegasnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Terkait dengan problem pemikiran Islam saat ini, umat Islam perlu memahami mana perbedaan yang bisa ditolelir dan mana yang perlu disesatkan.

“Kita harus tahu, mana perbedaan yang furu’ (cabang) dan mana yang ‘ushul (pokok), jangan sampai yang ushul dianggap furu’, begitu juga sebaliknya.

Ia mencontohkan, perbedaan Ahlus Sunnah dengan Syiah dan Ahmadiyah adalah perbedaan pada ‘ushul (pokok) agama, jadi perbedaannya bukan pada tataran shawab dan khata’, tetapi pada haq dan bathil, Sunnah dan Bid’ah serta Hidayah dan Dholalah”, tegasnya.

Terkait dengan itu, menurutnya kita tidak perlu risau dengan term  sesat dan tidak sesat. Itu biasa dalam Islam. Sebagaimana ada orang kafir dan tidak kafir.

“Yang sesat atau kafir bukan berarti kita akan membunuhnya tidak itu,” tambahnya yang disambut aplaus hadirin.

Selain Idrus Ramli, seminar Nasional ini juga menghadirkan Ulil Abshar Abdallah, mantan Koordinator JIL (Jaringan Islam Liberal) dan Ach Dhofir Zuhry, S.Sos., M.Fil, ketua Sekolah Tinggi Filsafat al-Farabi, Kepanjen, Malang.

Dalam acara yang dilaksanakan oleh komunitas mahasiswa bernama CSS Mora (Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini,  Ach. Dhofir Zuhry menyatakan dukungannya untuk Ulil Abshar Abdalah.

“Pemikiran kritis sedikit seperti Mas Ulil, kok sudah dibilang kafir dan sebagainya”, ujarnya.

Sementara Ulil yang kini aktif di sebuah partai politik itu tampaknya lebih hati-hati mengeluarkan statemen. Bahkan tidak terlalu dalam membahas tema seminar.

Ia berterus terang menyampaikan kekurang-tertarikannya untuk membahas tema yang ada.

“Saya mau memberikan suntikan-suntikan motivasi pada sesi seminar ini”, ujarnya.

Namun pada sesi akhir ia menyinggung isu intoleransi suatu kelompok di Indonesia. Dalam penjelasannya, Ulil mengatakan, kita semua harus bersikap toleran terhadap perbedaan yang ada, termasuk dengan Syiah, Ahmadiyah dan Wahabi, karena mereka semua berhak untuk tinggal dengan damai di negeri ini.

Statemen Ulil itu kemudian direspon oleh Idrus bahwa dalam Islam ada perbedaan yang dibolehkan dan ada yang dilarang.

“Meskipun begitu, kita tetap bisa toleran. Bukan berarti intoleran. Aswaja selalu membuka dialog dengan siapapun. Dengan Syiah, Wahabi, termasuk dengan Jaringan Islam Liberal (JIL),” sindir Gus Idrus kepada Ulil.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahlus sunnahAhmadiyahJILliberalsyiahwahabi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pihak SMP Al Jannah Sebut Siswi yang Sempat Hilang Berstatus ABK
Tulisan selanjutnya Ilmuwan: Penyebaran dan Gerakan Syiah Berbahaya Bagi Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?