Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pemuda Muhammadiyah Bantah Siyono Pernah Diautopsi

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 April 2016 17:03 5:03 pm
Ahmad
Dipublikasikan 5 April 2016 08:17
Bagikan
Autopsi PP Muhammadiyah ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat pukulan benda tumpul dan patah tulang pada jenazah Siyono.
Bagikan

Hidayatullah.com–Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah  Dahnil Anzar Simanjuntak membantah jika terduga kasus terorisme (alm) Siyono yang meninggal setelah ditangkap Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88 pernah diautopsi.

Pernyataan Dahnil Anzar Simanjuntak disampaikan guna membantah pernyataan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto yang mengatakan di Harian Republika hari Senin (04/04/2016),  bila hasil autopsi Polri menunjukkan Siyono meninggal karena benturan di kepala akibat pelaku melawan Detasemen Khusus Antiteror (Densus) 88.

Atas pernyataan Brigadir Jenderal Agus Rianto,  Dahnil Anzar Simanjuntak menjawab tigal hal.

Pertama. Menurut 9 Dokter Tim Forensik Muhammadiyah dan 1 dokter forensik yang diutus Polda. Kondisi jenazah menunjukkan bahwa jenazah Siyono belum pernah dilakukan autopsi sama sekali.

“Jadi, fakta ilmiah outopsi menunjukkan tidak ada tanda-tanda jenazah pernah dilakukan autopsi (Seperti dijelaskan Dokter Gatot, Ketua Tim Forensik yg juga didampingi dokter forensik dari Polda pada saat konpress di depan Rumah Ibu Suratmi setelah proses autopsi selesai),” demikian pernyataan Dahnil Anzar Simanjuntak yang ditulis di akun Facebooknya, Selasa (05/04/2016).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Baca: Autopsi Jenazah Siyono Berjalan Lancar, Muhammadiyah Beberkan 2 Temuan Awal

“Kami tidak paham autopsi macam apa yang dilakukan Polisi versi Brigjen Agus, yang menyatakan bahwa kematian Siyono disebabkan Karena benturan di kepala?  Padahal, 9 Tim Forensik Muhammadiyah ditambah 1 orang dokter dari Polri, menemukan patah tulang di beberapa bagian tubuh. Seperti dada dan bagian lain yang diakibatkan benda tumpul,” ujar Dahnil Anzar.

Tapi karena tingginya etika dan profesionalitas ketika tim dokter dari PP Muhammadiyah belum berani menyimpulkan dan menunggu uji mikroskopis.

Kedua. Berkaitan Luka diperoleh karena Siyono melakukan perlawanan, dokter forensik Muhammadiyah menemukan faktanya dan akan menyampaikan secara lengkap setelah uji laboratorium.

Ketiga. Justru dari keterangan di atas kelihatan Brigjen Agus (atas nama kepolisian yang beropini tidak didasari pemahaman hukum yang baik), merujuk kepada keterangan Siane Indriani, Anggota Komnas HAM ketika kami berdebat dengan Kapolres di lokasi TKP, Komnas HAM yang meminta Muhammadiyah untuk membantu mengungkap fakta ini punya hak penyelidikan, (UU 39/99 Pasal 89 ayat 3 untuk melaksanakan fungsi Komnas HAM  dalam pemantauan sebagaimana dimaksud dalam pasal 76 Komnas HAM bertugas dan berwenang melakukan butir (b) penyelidikan dan pemeriksaan terhadap peristiwa yang timbul dalam masyarakat yang berdasarkan sifat atau lingkupnya patut diduga terdapat pelanggaran hak asasi manusia). Artinya, sampai pada proses pencairan fakta melalui autopsi.

Nah apa yang dilakukan Muhammadiyah melalui autopsi atas permintaan Komnas HAM bukan opini tetapi berusaha menemukan fakta melalui usaha ilmiah.

“Justru Polri yang berusaha membangun opini tanpa dasar pijakan ilmiah seperti bisa menyebut kematian Siyono akibat benturan di kepala. Padahal, fakta ilmiah menunjukkan tidak pernah ada autopsi sebelumnya seperti yang disampaikan dokter Gatot yang tidak dibantah oleh dokter forensik dari Polri sendiri,” tulis Dahnil Anzar.

“Mari kita bantu polisi menjadi lebih profesional dan menghargai hukum dan melindungi hak hidup warga negaranya siapa pun mereka.

Ini saatnya kita bantu polisi berubah menjadi lebih baik melalui membantu Ibu Suratmi, istri (Alm) Siyono yang mencari keadilan.”*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:autopsyDahnil Anzar Simanjuntakdensus 88Detasemen Khusus AntiterorHAMMuhammadiyahPemuda MuhammadiyahSiyonoSiyono teroris?terorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gelombang Pertama Deportasi Migran dari Yunani ke Turki Lancar
Tulisan selanjutnya Anti-Muslim dan Anti-Fasis Bentrok di Melbourne

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?